Kawoong Innovation Mewadahi Para Kreator

SURABAYA.- Setelah sukses menggelar pameran bersama Asri Nugroho & Doddy Hernanto (Mr D) tanggal 1-5 Desember lalu di Galeri Dewan Kesenian Surabaya, Kawoong Innovation bersiap lagi menggarap event seni di tahun 2024 dan makin eksis sebagai komunitas beragam profesi untuk mewadahi para kreator seni dan karya inovasi anak bangsa.

 

Ditemui saat penutupan pameran, Hadi Wardoyo, CEO Kawoong Innovation menyatakan rasa gembiranya karena pembukaan pameran dihadiri oleh banyak tokoh dan sekaligus membuka acara. Diantaranya, KH Abdul Halim Mahfudz (Gus Iim) Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, budayawan Prof Dr Sutanto Soepiadhy, Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS) Chrisman Hadi, pelukis & Dosen STKW Agus Koecink, dan beberapa tokoh lain.

 

“Event ini seperti ajang reuni para budayawan dan akademisi” ujar Mas Dio, panggilan akrabnya, sambil tertawa.

Dari pameran tersebut menegaskan kemunculan aliran baru seni lukis Codeisme yang dilahirkan oleh Mr D melalui karya inovasi lukisan QR Art. Karya ini menggabungkan seni analog dengan teknologi digital. “Ini sesuai dengan visi Kawoong Innovation untuk mewadahi para kreator khususnya di bidang seni, budaya dan teknologi” sambungnya.

Sebaga pemegang lisensi pondasi konstruksi Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal (Pondasi KJRB) yang digunakan untuk pembangunan gedung bertingkat 2 – 8 lantai, dan sudah teruji gempa di Aceh dan Padang, Hadi sangat konsen terhadap upaya pengembangan dan pemasyarakatan karya cipta anak bangsa.

Selanjutnya Hadi mengatakan, Kawoong Innovation adalah wadah dan gerakan, sekaligus bentuk kepedulian kami atas keresahan selama ini. Karena banyak karya inovasi dan teknologi tidak memiliki perlindungan paten dan hak cipta resmi Selain itu, banyak inovasi yang hebat tapi tidak dikenal sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas. “Nah disinilah kami hadir. Tidak memberikan ikan, tapi kail” tegasnya.

Beberapa agenda program yang sudah dirancang untuk tahun 2024 antara lain Festival Musik Jalanan dengan menyanyikan lagu-lagu keroncong, serta mewujudkan agenda program yang sudah terjalin kerjasama dengan Badan Wakaf Pesantren Tebuireng (BWPT) Kabupaten Jombang. Yakni gerakan hemat air dunia.

Dihubungi via tilpun, KH Abdul Halim Mahfudz membenarkan hal itu. Menurut Gus Iim, masyarakat harus di edukasi untuk menghemat air sebab air sangat diperlukan oleh semua makhluk hidup. Selain itu juga menjaga keseimbangan persediaan air tawar untuk kelestarian lingkungan. Maka langkah awal yang dilakukan adalah gerakan menghemat air wudhlu cara Rasulullah SAW.

“Kita sedang menyusun formula yang tepat bagaimana mengkampanyekan hemat air wudhlu ini di masyarakat” ujar Gus Iim.

Selain menggelar pameran dua maestro lukis ini, bulan September 2023 lalu, Hadi Wardoyo bersama Mr D mengunjungi kediaman Waljinah (78 tahun) , seniman keroncong legendaris di Solo, yang kondisinya sedang sakit. “Kawoong Innovation ingin mewujudkan keinginan bu Waljinah yang berpesan agar keroncong sebagai musik asli Indonesia harus tetap dipertahankan, jangan sampai punah. Sekaligus sebagai bentuk apresiasi yang tinggi terhadap beliau” ujarnya.***