Hadits Maudlu Dan Problematikanya

Oleh : Yahya Aziz.

Kamis 2 juni 2022 pukul 10.00-12.30 kami memberi kuliah pertemuan ke12 secara luring, kelas A program studi PIAUD FTK Uinsa.

Tema diskusi pagi ini adalah Hadits Maudlu & struktur hadits.
Pertanyaan pertanyaan diskusi pada materi ini adalah :
1). Apa makna hadits maudlu secara etimologi dan terminologi ?
2). Sebab sebab apa munculnya hadits maudlu ?
3). Mengapa perlu belajar tentang STRUKTUR HADITS ?
1. Secara etimologi MAUDLU itu artinya menggugurkan, atau meninggalkan, sedangkan secara terminologi : sesuatu yang dinisbatkan kepada Rasulullah Saw secara mengada ada dan dusta, yang tidak beliau sabdakan.

Dari pengertian tersebut, kita dapat menyimpulkan segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad Saw baik perbuatan, perkataan, maupun taqrirnya secara REKAAN / rekayasa atau DUSTA dimana mana.

Dalam pandangan masyarakat islam hadist maudlu adalah HADITS PALSU.
2). Sebab sebab apa munculnya hadits maudlu

Secara umum masuknya orang orang kafir ke dalam islam adalah keberhasilan dakwah islamiyah ke seluruh pelosok dunia, secara tidak langsung menjadi faktor faktor munculnya hadits hadits palsu.

Yang memalsukan hadits hadits palsu ya golo orang orang MUNAFIK yang ingin menyaingi dakwah nabi.
Diantara sebab sebab munculnya hadits hadits palsu adalah :
a). Pertentangan politik dalam soal pemilihan khalifah.
b). Adanya kesengajaan dari pihak lain untuk merusak ajaran islam.
c). Mempertahankan Madzhab dalam masalah FIQH, tidak siap berbeda pendapat.
d). Membangkitkan giroh beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah
e). Menjilat para penguasa untuk mencari kedudukan atau hadiah.
Contoh hadits palsu :
“Annadlru ila alwajhi aljamiil ibadatun”
“Melihat (memandang) wajah yang indah adalah ibadah”
3) Mengapa kita perlu belajar ilmu tentang STRUKTUR HADITS ?

Pada pertemuan yang lalu kita sudah diskusikan tentang struktur hadits yaitu : Sanad, matan dan perowi.
Jika ada hadits tidak ada sanad, matan dan rowi hadits, maka hadits itu adalah HADITS PALSU.
Barakallah…..
“Dosen FTK Uinsa, penulis buku Taubatnya Peselingkuh & Kolumnis Menara Madinah Com.