
PADANG – Persebaya Surabaya tampil luar biasa saat menaklukkan tuan rumah Semen Padang FC dengan skor telak 7-0 pada laga pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Stadion H Agus Salim, Jumat (15/5) sore. Hasil ini sekaligus mempertegas dominasinya di papan atas klasemen sementara.
Semen Padang, yang sudah memastikan diri terdegradasi ke League Super musim depan, menurunkan banyak pemain muda dalam pertandingan ini. Pelatih Imran Nahumarury memanfaatkan kesempatan untuk memberi pengalaman berharga kepada para penggawa muda kendati harus menghadapi tim tangguh seperti Persebaya.
Sejak menit awal, Persebaya langsung menunjukkan agresivitas tinggi. Baru 15 menit berlalu, mereka sudah unggul lewat gol dari Francisco Rivera. Tidak butuh waktu lama, tiga menit kemudian Catur Pamungkas menggandakan keunggulan pada situasi serangan balik yang dieksekusi dengan tenang memanfaatkan umpan Rivera.
Semen Padang berusaha bangkit dan meningkatkan intensitas serangan, namun peluang mereka belum membuahkan hasil gol. Pada akhir babak pertama, gol dari Guillermo Fernandes yang memanfaatkan umpan Samuel Christianson sempat mengobarkan harapan tuan rumah, namun sayang gol itu dianulir setelah tinjauan VAR menunjukkan Samuel berada dalam posisi offside.
Memasuki babak kedua, baru lima menit berjalan, Semen Padang kembali kebobolan oleh Bruno Moreira. Keadaan Semen Padang semakin berat ketika mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-61 akibat kartu merah yang diterima Ade Kristiano setelah menerima kartu kuning kedua.
Kehilangan satu pemain membuat pertahanan Semen Padang kian rapuh. Satu menit setelahnya, Persebaya menambah gol lewat Mihailo Perovic. Tidak lama kemudian, Persebaya mendapat penalti dan Bruno Paraiba yang baru masuk sebagai pengganti Perovic sukses mengeksekusi dengan dingin. Setelah itu, Paraiba menambah dua gol lagi, termasuk hattrick pada injury time, yang mengantarkan Persebaya menang dengan skor akhir 7-0.
Kemenangan gemilang ini membuat Persebaya naik ke peringkat empat klasemen sementara dengan koleksi 55 poin dari 33 pertandingan, unggul atas Dewa United yang baru memainkan 32 laga.
Memang dalam laga kali ini
Persebaya tampil sangat mengesankan, menunjukan kedisiplinan dan efektivitas di lini depan. Kecepatan dan ketepatan umpan menjadi senjata utama, terutama dalam memanfaatkan momen kontra serangan yang menghasilkan gol cepat. Meski Semen Padang berusaha memperbaiki permainan, kondisi kelelahan dan kehilangan pemain menjadi faktor yang sangat mempengaruhi performa tuan rumah.
Kemenangan 7-0 ini bukan hanya bukti keperkasaaan Persebaya di lapangan, tapi juga konsistensi mereka dalam persaingan memperebutkan posisi di papan atas Super League musim ini. Sementara bagi Semen Padang, meski hasil mengecewakan, pengalaman bertanding bagi para pemain muda sangat berharga sebagai bekal menghadapi kompetisi di kasta berikutnya.
Persebaya kini semakin percaya diri menatap sisa musim, dengan harapan mempertahankan posisi di zona atas dan meraih prestasi lebih tinggi di Liga Super 2026
Susunan Pemain :
Semen Padang FC: Achmad Iqbal Bachtiar (PG); Ade Kristiano, Asyraq Gufran, Ricki Ariansyah, Samuel Christianson; Irsyad Maulana, Ripal Wahyudi, Rosad Setiawan; Firman Juliansyah, Guillermo Fernandes, Kasim Botan.
Persebaya: Andhika Ramadhani (PG); Arief Catur, Gustavo Fernandes, Jefferson Junio, Risto Mitrevski; Francisco Rivera, Milos Raickovic, Toni Firmansyah; Bruno Moreira, Mihailo Perovic, Riyan Ardiansyah.*Imam Kusnin Ahmad*
