
Oleh : Imam Kusnin Ahmad SH.Jurnalis Senior Jawa Timur.
SURABAYA – Aula Yayasan Khadijah, lokasi bersejarah yang menjadi saksi bisu kelahiran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), kembali memancarkan semangat perjuangan. Pada Minggu malam (26/4/2026), tempat ini dipadati oleh ratusan alumni dari berbagai angkatan dalam acara halal bihalal bertajuk “Sahabat Mengundang Sahabat”.
Bukan sekadar temu kangen, pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk menyambung kembali tali silaturahmi, memperkokoh persatuan, serta merajut jejaring kekuatan lintas generasi demi menjaga relevansi pergerakan di masa kini.
Acara ini mengusung tema yang sangat menyentuh hati dan penuh makna: “Sambung Roso, Sambung Doa; Kembali ke Akar, Menguatkan Langkah Pergerakan.”
Di hadapan para sesepuh, senior, dan junior, terjalin suasana kekeluargaan yang begitu hangat. Para alumni yang kini tersebar di berbagai profesi berkumpul kembali, berbagi cerita, dan saling menguatkan. Bertemu di tempat yang sama di mana sejarah ditulis, seolah memanggil kembali jiwa muda dan idealisme yang pernah membara di dada setiap kader.
Sejumlah tokoh penting hadir memeriahkan acara, di antaranya RKH Mujahid Ansori, Abdullah Sani, Suis Qoim Abdullah, Rubaidi, Anggota DPD RI AA Ahmad Nawardi, hingga Anggota DPR RI Dapil Madura, Slamet Ariyadi.
Kehadiran mereka membuktikan bahwa alumni PMII bukan hanya kuat di organisasi, tetapi juga mampu menorehkan kontribusi besar di ranah politik, pemerintahan, akademisi, hingga masyarakat luas.
Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Manab, menegaskan bahwa forum ini memiliki tujuan yang sangat strategis. Bagi para kader, kehadiran para senior adalah sumber energi dan inspirasi yang tak ternilai.
“Kehadiran para sesepuh dan senior membuktikan bahwa ikatan emosional alumni PMII tidak pernah luntur oleh waktu,” ujar Abdul Manab, mantan Presiden BEM IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.
Ia menambahkan, kegiatan ini bukan hanya soal nostalgia, melainkan upaya sadar untuk merawat nilai-nilai luhur. Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, kebersamaan adalah kunci agar PMII dan para alumninya tetap relevan, kuat, dan mampu memberi dampak positif.
Dalam forum tersebut, digelorakan seruan untuk terus menjaga persatuan. Perbedaan latar belakang dan profesi tidak boleh menjadi alasan perpecahan, melainkan justru menjadi kekayaan yang memperkuat fondasi organisasi.
Acara berjalan dengan penuh khidmat dan semangat. Dibuka dengan doa bersama dan tahlil untuk para pendiri serta tokoh PMII yang telah mendahului, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif yang hangat.
Mereka berdiskusi tentang perjalanan sejarah organisasi, tantangan kebangsaan saat ini, hingga strategi untuk melangkah ke masa depan. Semua sepakat bahwa jejaring alumni harus terus diperkuat, peran sosial harus ditingkatkan, dan semangat perjuangan harus terus dialirkan kepada generasi penerus.
Pertemuan akbar alumni PMII ini memiliki makna yang sangat dalam:
1. Kekuatan Modal Sosial
PMII dikenal sebagai organisasi yang melahirkan banyak pemimpin bangsa. Ketika alumni bersatu, mereka membentuk kekuatan sosial dan politik yang luar biasa besar. Jejaring ini menjadi modal utama untuk saling mendukung dan berkontribusi nyata bagi pembangunan.
2. Kontinuitas Nilai
Tema “Kembali ke Akar” adalah pengingat penting bahwa di tengah kesuksesan duniawi, seorang kader tidak boleh melupakan nilai dasar keislaman, kebangsaan, dan keadilan sosial yang menjadi jati diri PMII. Inilah yang membedakan dan membuat organisasi ini tetap relevan hingga puluhan tahun.
3. Jembatan Generasi
Pertemuan lintas angkatan sangat penting untuk transfer ilmu dan pengalaman. Senior menjadi pelindung dan pembimbing, sementara junior menjadi penggerak energi baru. Sinergi ini menjamin organisasi dan gerakan pemikiran tetap hidup dan terus berinovasi.
Acara ini menutup dengan komitmen bersama bahwa persaudaraan PMII adalah ikatan yang abadi. Terbangun sejak di bangku kuliah, ikatan ini terus hidup, relevan, dan menjadi kekuatan besar bagi bangsa.
Mari kita terus rawat “Roso” dan “Doa” ini. Jadikan pertemuan ini sebagai bahan bakar semangat baru untuk terus berkarya, menjadi pelopor kebaikan, dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.
PMII tidak hanya tentang masa lalu yang gemilang, tetapi juga tentang masa depan yang kita bangun bersama. Teruslah bergerak, teruslah bersatu, demi Islam, Bangsa, dan Alam Semesta.*Wallahu A’lam Bisshawab*
