
BLITAR– Pemerintah Kota Blitar memperkuat komitmennya untuk meneguhkan nilai-nilai Pancasila melalui penyelenggaraan Grebeg Pancasila 2026 yang akan berlangsung mulai Minggu, 31 Mei 2026.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp300 juta, Pemkot Blitar menghadirkan rangkaian acara yang bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan juga sarana membumikan filosofi bangsa Indonesia di tengah tantangan globalisasi.
Rike Rochmawati, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, menjelaskan bahwa rangkaian Grebeg Pancasila tahun ini diselenggarakan secara mandiri oleh Pemkot Blitar. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang menjadi bagian dari peringatan tingkat Provinsi Jawa Timur, kali ini Kota Blitar mengambil peran penuh dalam menyemarakkan Hari Lahir Pancasila.
“Anggaran sekitar Rp300 juta kami siapkan untuk Grebeg Pancasila 2026, dengan harapan acara ini mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila bukan hanya sebagai hafalan, tetapi sebagai jiwa dan panduan hidup bangsa,” ucap Rike pada Jumat, 29 Mei 2026.
Puncak acara yang dijadwalkan pada Senin, 1 Juni 2026, akan dihadiri sejumlah pejabat penting dari tingkat nasional hingga provinsi, seperti Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Menteri Kebudayaan, Menteri Pariwisata, Kepala Disbudpar Provinsi Jawa Timur, serta anggota DPR RI dan DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Blitar.
Kehadiran tokoh-tokoh ini menjadi wujud dukungan kuat terhadap pelestarian dan pengamalan falsafah Pancasila bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain upacara budaya, kemeriahan Grebeg Pancasila akan diperkuat dengan pawai lampion yang menempuh rute sekitar dua kilometer dari Istana Gebang di Jalan Sultan Agung hingga berakhir di halaman Kantor Wali Kota Blitar.
Lampion-lampion yang berpendar indah di malam hari ini menjadi simbol harapan dan cahaya nilai Pancasila yang menyinari perjalanan bangsa ke masa depan yang lebih baik.
Rike menambahkan, peringatan Grebeg Pancasila tidak hanya sekadar ritus seremonial. “Ini adalah upaya kita bersama untuk membentengi generasi muda dengan akar budaya dan identitas bangsa, sehingga mereka mampu menghadapi derasnya arus modernisasi dan pengaruh budaya asing dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Pancasila,” tegasnya.
Sebagai filosofi dasar negara, Pancasila mengandung lima sila yang menjadi pijakan moral, sosial, dan politik dalam mempersatukan keberagaman Indonesia.
Melalui Grebeg Pancasila, Pemkot Blitar berharap semangat ini dapat terus hidup, menginspirasi dan menjadi pondasi kuat dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan berbudaya.
Acara ini pun menjadi momen strategis untuk menguatkan rasa kebangsaan dan meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di tengah dinamika perubahan zaman.
Mari kita sambut Grebeg Pancasila 2026 sebagai refleksi kecintaan kita pada Pancasila, menjadikan falsafah bangsa bukan hanya sebagai warisan sejarah, melainkan sebagai gaya hidup dan pegangan kokoh bagi setiap warga Indonesia.*Imam Kusnin Ahmad*
