Paguyuban Jukir Ancam Dishub Surabaya Atas Penangkapan 700 Jukir Oleh Polisi. Tapi Warga Minta DiGratiskan

Surabaya-Paguyuban Juru Parkir (Jukir) Surabaya (PJS) mengancam akan menghentikan setoran retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai protes atas penangkapan 700 anggotanya oleh kepolisian. Aksi massa ini dilakukan dengan mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya di Jalan Raya Menanggal pada Jumat (30/1/2026).

Para jukir merasa keberatan dengan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) yang dijatuhkan aparat kepolisian Polrestabes Surabaya dalam beberapa waktu terakhir. Penindakan tersebut dinilai mencederai rasa keadilan karena menyasar para jukir yang diklaim sebagai rekanan resmi pemerintah kota.

Ketua PJS, Izul Fiqri, mengungkapkan kekecewaannya setelah menelusuri dasar hukum penindakan tipiring tersebut langsung ke markas kepolisian. la menyebut bahwa langkah represif aparat tersebut dilakukan atas dasar permintaan resmi dari pihak Dishub Kota Surabaya.

“Harus tanggungjawab dishub, dishub yang ambil setoran kita setiap hari. Kita datangi Polrestabes, ternyata Polrestabes menyampaikan kepada kita, ini atas permintaan dishub. Kan ini ludrukan, jangan begitulah kasihan juru parkir-juru parkir ini,” kata Izul di Kantor Dishub Kota Surabaya, Jumat (30/1).

Izul menegaskan jika aksi penyisiran atau sweeping tipiring ini terus berlanjut, ribuan jukir di Surabaya akan melakukan perlawanan secara masif. Langkah tersebut berupa aksi mogok kerja dan penghentian setoran uang pendapatan parkir yang selama ini menjadi salah satu pundi utama PAD.

“Kami ultimatum semua juru parkir dilarang setor PAD. Dilarang setor retribusi harian parkir melalui Katar (Kepala Pelataran) Dinas Perhubungan. Saya akan memberikan instruksi kepada seluruh jukir yang ada di Kota Surabaya, jangan setor,” tegas Izul dengan nada tinggi.

Persoalan atribut seperti rompi dan seragam resmi juga menjadi sorotan utama dalam aksi protes yang berlangsung cukup panas tersebut. Izul menilai ketidaklengkapan atribut jukir di lapangan merupakan bentuk kelalaian Dishub Surabaya dalam memenuhi hak-hak operasional para pekerja.

Sementara warga Surabaya setuju dengan. Gratis Parkir. Karena masih banyak curanmor dan pembeli enggan beli di toko ketika diketahui adaTukang Parkir.

“Kalau bisa digratisksn saja. Biar tidak bikin polemik dan resah Warga Surabaya. Orang mau belanja setelah tahu ada tukang parkir,” ujar Sujono Warga Surabaya.

MM