
Oleh KP Krendo P Yudha Negara.
Berdamai itu indah, agar utuh melangkah, tidak pecah, menuju Muktamar ke 35 NU tanpa polah.
Seperti itulah perdamaian NU setelah konflik parah pasca pemecatan Ketua Umum Tanfidziyah oleh Rais Aam Syuriyah PBNU.
Utuh tidak pecah, perlu mandataris Muktamar ke 34 NU bertandatangan bersama dibarengi Dua Sekretarisnya;
♤ Rais Aam bertandatangan
♧ Dibarengi Katib Aam Syuriah.
♤ Ketua Umum Tanfidziyah bertandatangan
♧ Disertai Sekjend Tanfidziyah
Dengan 4 Tanda Tangan itulah Konbes NU pada April dan Muktamar NU pada Juli atau Agustus 2026 DIANGGAP SYAH.
Pemberian maaf yg dilakukan Rais Aam adalah demi hadir utuhnya 4 tanda tangan ini.
Lalu bagaimana memaknainya?
NU MELAKUKAN KOMPROMI DEMI SAH TERSELENGGARANYA MUKTAMAR KE 35;
DAMAI PALSU.
Yahya Cholil Staquf meminta maaf, artinya Yahya mengakui kesalahannya;
Ketum yang minta maaf setelah dipecat lalu mengakui kesalahannya jelaslah Dia KETUM CACAT.
Rais Aam yg gagal memimpin organisasi hingga Ketum membuat kesalahan bahkan sampai DIPECAT jelaslah sbg RAIS AAM GAGAL.
Inilah PBNU Akhir Abad 1;
♤ Ketum Cacat
♤ Rais Aam Gagal
♤ Pengurus berisi Copet dan Makelar.
♤ Pengurus terseret Kasus Korupsi Kuota Haji.
Jamaah NU menerima dengan legawa damai palsu ala PBNU ini meskipun mengurut dada krn konfliknya tetap dipertontonkan pada acara Peringatan 1 Abad NU yang penandatanganan pada Undangan Presiden RI utk hadir di Acara Peringatan 1 Abad NU DIPALSU.
BAYANGKAN !!!
UNTUK NGUNDANG PRESIDEN TANDA TANGAN RAIS AAM DIPALSU.
SUNGGUH PENUH PALSU-PALSU;
♤ Damainya palsu.
♤ Ngundang Presiden pakai tanda tangan palsu.
Salam Anti Kyai Palsu.
HRM. Khalilur R Ab. S.
Kyai Kampung Anti Kyai Munafik.
