
Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Kesenangan dan adzab atau kesusahan sering difahami berlawanan rasa, tetapi hakekatnya keduanya ada konten ujian yang masing-masing bisa dirasakan sama. Apabila kita fahami betul dengan kondisi kesenangan maka kita akan berpikir apa sesungguhnya yang dikehendaki Allah SWT tentang anugrah kesenangan ini. Demikian juga sebaliknya ketika kita mendapatkan kesusahan atau adzab akan bertanya pahala apa yang akan diberikan bila kita lulus ujian susah ini.
QS. Hud: 48 memberikan keterkaitan dengan kontek ini, yakni:
يَا نُوحُ اهْبِطْ بِسَلَامٍ مِّنَّا وَبَرَكَاتٍ عَلَيْكَ وَعَلَىٰ أُمَمٍ مِّمَّن مَّعَكَ ۚ وَأُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: “Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan banyak keberkahan atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) yang bersamamu. Dan ada pula umat-umat yang Kami beri kesenangan (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.”
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh AS untuk turun dari kapal dengan selamat dan sejahtera, serta memberikan keberkahan atasnya dan umat-umat yang mukmin yang bersamanya. Allah SWT juga memberikan peringatan bahwa ada umat-umat lain yang akan diberi kesenangan dalam kehidupan dunia, tetapi mereka akan ditimpa azab yang pedih di akhirat karena tidak beriman (Modified Meta AI, 2026).
Dalam tafsir Ibnu Katsir, ayat ini berarti bahwa Allah SWT memberikan kabar gembira kepada Nabi Nuh AS dan umat-umat yang mukmin bahwa mereka akan selamat dari banjir dan akan diberi keberkahan di bumi. Namun, Allah SWT juga memberikan peringatan kepada umat-umat lain yang tidak beriman bahwa mereka akan ditimpa azab yang pedih (Meta AI, 2026).
Point penting dari artikel ini adalah:
1. Informasi dari Allah SWT tentang akan adanya pemberian kesenangan dan kesusahan atau adzab itu secara gamblang dan eksplisit.
2. Pemberian kesenangan dan kesusahan atau adzab tersebut adalah bagian dari ujian yang diberikan Allah SWT.
3. kontek adzab untuk orang yang tidak/belum beriman.
4. Kunci merespon ujian tersebut adalah: bila kesenangan direspon dengan bersyukur melalui peningkatan ibadah, sedangkan jika ujian kesusahan atau adzab direspon dengan sabar melalui taubat dan dzikir serta peningkatan ibadah.
Demikian kita bisa mengambil pelajaran untuk meningkatkan kualitas taqwa kita. Semoga bisa demikian aamiin.
Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.
Surabaya,
12 Rojab 1447
atau
02 Januari 2026
m.mustain
