
Kediri.menaramadinah.com.Semilir angin dan udara sejuk dalam naungan cuaca cerah di langit Kediri seolah menyambut kehadiran kontributor menaramadinah.com di Pamoksan Sri Aji Jayabaya,Desa Menang,Kecamatan Pagu,Kabupaten Kediri,Sabtu(29/11/2025).
Tempat ini merupakan lokasi Parama Moksa(menghadap Sang Pencipta bersama raganya) dari Raja Kediri,Prabu Sri Aji Jayabaya yang terkenal dengan semboyan Panjalu Jayati(Panjalu Menang).
Di kawasan seluas 1.650 meter persegi itu terdapat 3 bagian utama pamoksan,yaitu:loka busana( lokasi Prabu Jayabaya melepaskan pakaian kebesarannya),loka mahkota(lokasi Prabu Jayabaya melepaskan mahkotanya),dan loka moksa(lokasi Prabu Jayabaya menghilang dan menyatu dengan semesta).
Tiap titik lokasi dikelilingi pagar kokoh.Dalam pamoksan tumbuh pepohonan besar yang mengayomi petilasan Raja Kediri ke-V tersebut.Tepat di depan loka moksa,ada sebuah pendopo serba guna yang bisa dipakai pengunjung untuk beristirahat dan bersantai.Di hari tertentu,pendopo dipakai untuk tempat acara slametan.
Untuk masuk area Pamoksan Sri Aji Jayabaya yang terkenal dengan Jangka Jayabaya( semacam kumpulan prediksi atau ramalan dari Prabu Jayabaya tentang masa depan),pengunjung tidak dikenakan biaya tiket,namun hanya membayar retribusi seikhlasnya.
Juru kunci Pamoksan Sri Aji Jayabaya menyambut dengan ramah tiap pengunjung yang datang ke lokasi situs bernilai historis dan budaya yang dikelola oleh Yayasan Hondodento yang berpusat di Yogyakarta.
“Pamoksan Eyang Prabu Sri Aji Jayabaya ramai pada malam Jum’at legi,puncaknya di malam satu Suro”,tutur Sunardi kelahiran 1965 yang mengemban tugas juru kunci sejak 2020,menggantikan bapaknya yang meninggal dunia.Kakek dari Sunardi juga seorang juru kunci Pamoksan Sri Aji Jayabaya di masa lampau.
Para pengunjung pamoksan yang datang dari berbagai wilayah nusantara membawa tujuannya masing-masing.Ada pengunjung yang ingin memanjatkan suatu hajat dengan melakukan ritual do’a di loka moksa,ada pengunjung yang ingin membuat konten untuk media sosial,dan ada pengunjung yang hanya ingin tahu tentang pamoksan yang terbuka 24 jam itu.
Ketenaran Pamoksan Sri Aji Jayabaya rupanya sampai juga ke luar negeri.George Quinn,seorang peneliti dan penulis dari Australia berkunjung secara khusus ke Pamoksan Sri Aji Jayabaya untuk melakukan riset tahun 1997,di malam 1 suro.Hasil penelitiannya tentang Pamoksan Sri Aji Jayabaya beserta tempat-tempat keramat ,makam wali,dan petilasan terhimpun dalam bukunya yang fenomenal”Bandit Saints of Java”atau Wali Berandal Tanah Jawa.Buku yang ditulis setelah melewati proses riset panjang dan penuh ketelitian itu akhirnya menjadi”Best Non-fiction 2020″,ACT writers Centre,Canberra,Australia.
Konon,Ir.Soekarno pernah berkunjung selama 3 kali di Pamoksan Sri Aji Jayabaya beberapa waktu sebelum Sang Penyambung Lidah Rakyat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
*Ket.Foto:kontributor Bro-J bersama juru kunci Sunardi di depan loka moksa Prabu Sri Aji Jayabaya.
