Oleh : Yahya Aziz
Hampir semua putra putri KH. RP. Moh. Sya’roni Tjokro Sodaerso meneruskan perjuangan ayahnya dalam dunia dakwah. Mereka berjuang di bidang nya masing-masing. Ada yang berjuang dakwah di pesantren, masyarakat, politik, organisasi kepemimpinan, keagamaan dan pendidikan.

Kyai Sya’roni adalah pejuang dakwah yang terkenal di bumi Madura. Ia di kenal dengan singa pondium dalam tabligh Akbar, retorika nya menggelegar seperti Bung Karno dan gema takbir nya seperti Bung Tomo, yang menyemangati rakyat Madura melawan penjajah Belanda dan P K I.
Ulama besar kharismatik dan Zahid dari Madura ini meninggal dalam posisi sedang membaca Alquran pada tanggal 15 Agustus 1989. Walaupun sudah meninggal, tapi ruh perjuangan nya masih hidup sampai sekarang.
Sebagaimana firman Allah SWT :
ولاتقولوالمن يقتل فى سبيل الله اموات بل احياء ولكن لا تشعرون
“Dan janganlah kau katakan orang yang meninggal di jalan Allah itu mati, mereka hidup tapi kau tidak merasakan nya.” ( Al-Baqarah 144 )

Secara jasadiah Kyai Sya’roni meninggal 31 tahun yang lalu ( 1989-2020 ), tapi ruh perjuangan dakwah nya sampai sekarang masih hidup, diteruskan putra putri nya, diantara nya anak nya yang ke 7 yaitu :
Dr. RP.KH. Mujahid Anshori, MSI.
Ya, kak jahid begitu lah kami memanggilnya, beliau sekaligus kawan dan guru bagi kami.
Lulusan pesantren Tebuireng, S1 Fakultas Tarbiyah IAIN sunan Ampel, S2 Sospol Unair dan S3 Administrasi negara Untag adalah duplikat ayahnya almarhum Kyai Sya’roni. Sosok humoris, santai, rileks, dekat dengan masyarakat jelata, dan berwibawa.

Dia seorang aktivis mahasiswa PMII dari tingkat rayon sampai KOORCAB Jawa Timur dari tahun 1989 – 1994.
Perjuangannya dimulai dari menikah, tanpa biaya dari orang tuanya. GENERASI MUDA MANDIRI. Setelah menikah dia ngontrak rumah di kawasan jemur Wonosari GG lebar dengan isi rumah hanya kursi rotan, TV 14 inc dan sepeda motor bekas Honda Astrea.
Kami mulai kenal akrab beliau sejak tahun 1994, diajak berdakwah wilayah Madura dan seluruh kota Jawa Timur.
Pernah mendapat ujian dari Allah yaitu ketika berdakwah di Prapen untuk taraweh di bulan ramadhan, sepeda motor nya dicuri orang.
Berkah kesabaran dan keikhlasan nya Allah mengangkat derajat nya diberi kenikmatan yang tidak diduga duga, yaitu istri nya diterima menjadi ASN dosen di Fak Ushuluddin IAIN sunan Ampel. Dan beliau sendiri dipilih oleh rakyat Jawa Timur menjadi anggota DPRD fraksi PPP dari tahun 1997-2009.
Akhirnya bisa beli rumah di kawasan jemur Wonosari GG muallim, dan sekarang tinggal perumahan sidoresmo indah PDK Surabaya.
Disamping berjuang di partai politik di PPP, beliau juga sering berdakwah di luar kota. Kini setelah bertambah umur dengan 3 putra dan 1 putri, kini beliau meneruskan dakwahnya lewat jalur pendidikan dan mengaji.
Mengajar di program Pascasarjana di beberapa perguruan tinggi dan mendirikan majlis dzikir ALMUMTAZ di rumah nya sebulan sekali.
Alhamdulillah jamaah pengajian majlis dzikir diikuti dari beberapa strata sosial masyarakat mulai dari pejabat, bangsawan, pengusaha sampai rakyat jelata…
Benar benar duplikat Kyai Sya’roni telah hadir kembali. Mari para masyarakat Madura, para pembaca buku buku kami maupun artikel di Menara Madina com dari Sabang sampai Merauke datanglah ke majlis dzikir beliau.
JIKA FISIK ANDA SAKIT DATANGLAH KE DOKTER
JIKA HATI ANDA SAKIT DATANGLAH KE KEKASIH KEKASIH ALLAH dalam majelis dzikir.
Salam dari beliau KH.RP DR.MUJAHID ANSHORI, MSI …HP : 081230253222
Semoga amal ibadah dan jariah almarhum Kyai Sya’roni diterima oleh Allah SWT…. alfaatihah.
Y A : penulis buku buku kehidupan…
