
Kediri-MenaraMadinah. Com Minggu Legi, 24 Mei 2026 “Tampa terasa kita sudah 40 tahun sejak tamat dari Madrasah Aliyah Sunan Gunung Jati Gurah, belum berjumpa lagi: kata Mukholik salah satu yang hadir pada pertemuan menjelang sore yang cerah di rumah Nur Halimah, di Dusun Wonokasihan, Desa Gayam, Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.
Sore itu, hadir beberapa alumni MA Sunan Gunung Jati Gurah antara lain: Nur Habib, Ali Mustofa, JunaidiA, Mukholik, Istiqomah beserta suami nya Kasipin, Umi Nasrofah, Khamim Fi’atin, Kartini dan Nur Halimah, sebagai tuan rumah, pertemuan singkat itu terasa sangat gayeng dan mengasikkan, penuh canda dan tawa bahagia setelah selian lama tidak berjumpa, mereka sudah banyak yang ‘pangkling’ sampai sudah tidak mengenalinya wajah maupun suaranya, butuh waktu untuk bisa mengingatnya, oleh sebab sudah berubah, sekarang sudah menjadi ‘Bapak/Ibu’ bahkan sudah ada yang mempunyai cucu, sudah di panggilan ‘Simbah putri atau Simbah Kakung’ ada juga dipanggil ‘Uti/’Kung’ “Ternyata kita sudah kakek dan nenek” celetuk yang lain, disambut dengan tawa bahagia penuh bahagia, pertemuan itu sesungguhnya dalam rangka ‘nyambangi’ Nur Halimah, yang baru saja 40 ditinggal suami tercintanya, Ali Mustofa, yang menjadi Kiyai di angkatan ’86’ memimpin do’a Tahlil untuk almarhum Imam Turki(suami Nur Halimah) juga para guru-guru MA Sunan Gunung Jati, serta teman-teman se angkatan, sementara itu Nur Habib, memimpin musyawaroh tentang rencana untuk mengadakan reuni se angkatan, dalam musyawaroh yang santai dan terkadang diselingi canda dan humor segar itu di sepakati untuk mengadakan reuni di rumah: KARTINI, di Dusun Bolowono, Desa Tiru Lor, Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Propvinsi Jawa Timur.
Untuk itu langkah pertama adalah mendata kembali teman-teman se angkatan 1986, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, demikian juga para guru, berikut ini data-data tersebut:
Data alumni MA Sunan Gunung Jati tahun1986 dari dokumen Panitia Reuni PGA, MTs, MA Pereode 1971-1986:
1. Ali Mustofa
2. Ahmad Hafidz
3. Budiono
4. Idi Wuri Astutik
5. Istiqomah
6. Junaidi A
7. Junaidi B
8. Khomari
9. Kunik Kasanah
10. Khamim Fi’atin
11. Moh. Masyhuri
12. Moh. Muchlas
13. M. Mahin
14. Mukholik
15. Nurrohman
16. Nur Habib
17. Nur Halimah
18. Siti Khofsoh
19. Siti Ngarifah
20. Sumaji
21. Sujono
22. Siti Rikanah
23. Samsul Hadi
24. Sani’atul Fatmawati
25. Siti Asiyah
26. Siti Mu’arifah
27. Siti Maryam
28. Umi Nasrofah
29. Z. Mukarom
30. Siti Maryamah
31. Siti Amriyah
32. Kartini
33. Karmuji
34. Jumi’an
35. Mujiyo
36. Moh. Ali Arifin
37. Rosyad
38. I’m. Safi’i
39. Im. Komari
40. Suhadi
41. Kholil
Berikut ini adalah data Dewan Guru yang sudah sedho(pulang ke rahmatullah) ya itu:
1. Simbah Yai Abdul Futuh
2. Simbah Yai Muhammad Sukaruddin
3. Bapak Munir, BA
4. Bapak Hanna sejalian
5. Simbah Yai Ansori
6. Bapak Romadhon
7. Bapak Purjono
8. Bapak Jaelani
9. Ibu Khoiriyah.
Sedankan teman-teman se angkatan yang sudah meninggal dunia antara lain:
1. Siti Amriyah
2. M. Ali Arifin
3. Sumaji
4. Im. Khomari
5. Sujono
6. Jumi’an
Suasana bahagia itu ada yang menceletuk: “Kalau teman yang sudah meninggal dunia bagaimana?”, “Mereka kita kirimi do’a tahlil”, ungkap yang lain.
Untuk persiapan berikut nya adalah menelusuri teman yang belum bisa ditemui dan masuk di group, semoga reuni nanti bisa sukses dan berjalan dengan lancar.
Nur Habib, mengabarkan.
