
Mekkah — Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, pelayanan kesehatan bagi jamaah terus dilakukan secara optimal, termasuk pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Salah satu bentuk pengabdian tersebut ditunjukkan oleh Dokter Gigi Fahmi, PHD Surabaya, yang melakukan tindakan pencabutan gigi terhadap seorang jamaah haji di hotel tempat jamaah menginap di Kota Mekkah.
Tindakan tersebut dilakukan setelah jamaah mengeluhkan kondisi gigi yang sudah goyang dan hampir lepas, sehingga mengganggu kenyamanan saat menjalankan ibadah. Setelah dilakukan pemeriksaan, diputuskan bahwa pencabutan gigi menjadi tindakan yang tepat agar jamaah dapat kembali nyaman dalam melanjutkan rangkaian ibadah haji.
Dalam pelaksanaannya, Dokter Gigi Fahmi tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh tim kesehatan yang terdiri dari dr. Dewi Arin dan Ns. Ardha yang turut mendampingi selama proses tindakan medis berlangsung di hotel jamaah. Dengan tetap memperhatikan standar kebersihan dan keselamatan pasien, tindakan berjalan lancar dan jamaah dapat kembali beristirahat dengan lebih nyaman.
Pelayanan kesehatan di Tanah Suci tidak hanya dilakukan di klinik maupun rumah sakit, tetapi juga secara langsung di pemondokan jamaah apabila kondisi membutuhkan penanganan cepat dan efisien. Kehadiran tenaga kesehatan Indonesia menjadi bentuk nyata kepedulian dan pengabdian dalam memastikan jamaah tetap sehat selama menjalankan ibadah haji.
Dokter Gigi Fahmi menyampaikan bahwa kesehatan gigi dan mulut memiliki peran penting selama pelaksanaan ibadah haji. Kondisi gigi yang bermasalah dapat mengganggu makan, istirahat, hingga kenyamanan jamaah saat beribadah di tengah aktivitas yang padat dan cuaca ekstrem di Tanah Suci.
“Pelayanan kesehatan kepada jamaah merupakan bagian dari pengabdian dan pelayanan kemanusiaan. Harapannya, jamaah dapat kembali nyaman dan fokus menjalankan ibadah,” ujarnya.
Kisah pelayanan ini menjadi gambaran dedikasi tenaga kesehatan Indonesia yang terus siaga mendampingi jamaah dalam berbagai kondisi selama musim haji. Tidak hanya menangani gangguan kesehatan umum, tetapi juga pelayanan kesehatan gigi yang sering kali membutuhkan tindakan cepat agar jamaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan optimal.
