Napak Tilas “Gua Hiro” di Mekkah

Saya termasuk jamaah BRYAN MEKKAH yang beruntung diajak langsung oleh KH.Imam Khambali ziarah ke Gua Hiro Jabal Nur untuk merenungi perjuangan Nabi Muhammad beruzlah di Gua Hiro & menerima wahyu pertama surat Alalaq ayat 1-5.
Berikut laporan Ust.Yahya Aziz dari Mekkah Arab Saudi kepada media online MenaraMadinah.Com.


Jarak antara hotel Alalaa dengan gua hiro jabal nur sekitar 5 km.
Sesampai di sini KH.Imam Khambali langsung mengajak berdoa bersama untuk anak-anak kita agar anak-anak kita punya “DERAJAT” sepulang kita dari haji. Tidak lupa pula kami mendoakan putra putri kami dan putra putri jamaah kami.
Ada jamaah dari Bandung berkelakar : “Berat sekali zaman dahulu perjuangan nabi, mendaki Jabal Nur untuk beruzlah ( bertahannust ), memikirkan ummatnya.
Kita yang jadi ummatnya wajib bersyukur untuk selalu bersholawat kepada kanjeng nabi”.

Napak Tilas GUA HIRO

Gua hiro adalah gua kecil di puncak jabal nur (gunung bercahaya) sekitar 3 km sebelah utara kota Mekkah.
Tinggi gunung ini 640 m dari permukaan bumi Mekkah dan cukup buat duduk 3 orang saja.

Bagaimana sejarahnya ?
Sebelum diangkat jadi Rasul, Nabi Muhammad merasa gelisah melihat kondisi orang-orang kafir Quraisy yang menyembah berhala, berjudi, berzina dan suka menindas kaum yang lemah.
Disaat usia 35-40 tahun beliau rutin bertahannus untuk beribadah dan merenung di gua hiro jauh dari hiruk pikuk maksiat masyarakat Mekkah
Khodijah istri beliau selalu mendukung memberi bekal untuk bertahannus.
Puncaknya, Malam 17 romadon di usia 40 tahun beliau menerima wahyu pertama : “Iqro’ bismirobbika lladzi kholaq”.
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan, dari Gua inilah perjuangan dakwah risalah islam dimulai”

Sekarang ini di area bawah jabal nur ada masjid dan cafe cafe tempat beristirahat.
Di dalam masjid ini ada mihrob yang bertuliskan “IQRO’ BISMIROBBIKALLADZI KHOLAQ”, di samping masjid ada “MUSEUM ALQURAN”, di museum inilah ada bukti sejarah pertama kali alquran ditulis di bebatuan dan pelepah kurma.
Alhamdulillah kami berkesempatan sholat maghrib di masjid ini.

Apa pelajaran dari Nabi Muhammad Saw bertahannuts di Gua Hiro’ :
1.Pentingnya beruzlah untuk mencari ketenangan.

9Terkadang sekali-kali kita menjauh dari keramaian maksiat untuk mendekat Allah.
Kadang kita butuh waktu jeda dari hiruk pikuk duniawi agar hati tidak mati.
2.Kesucian Hati membuka jalan Hidayah.
Hidayah itu turun ke hati yang bersih bukan hati yang penuh kotoran duniawi
3.Merenung Mendalam sebelum bertindak
Selalu melibatkan Allah dalam bertindak menghadapi segala problematika besar ummat.

Intisari dari napak tilas Gua Hiro kalau ingin mengubah watak manusia mulai anak, istri dan masyarakat dimulai dari keheningan hati dengan tirakat beruzlah.
Pertanyaannya :

Apakah sepulang haji di Indonesia, bisakah rumah kita yang ada mushollanya kita gunakan sebagai GUA HIRO untuk beruzlah mendekat kepada Allah ?

Semoga bisa…barakallah