Refleksi Hari Kebangkitan Nasional dalam Perspektif Buruh Indonesia

 

Oleh : H. Sujaya, S. Pd. Gr.
( Ketua Departemen Pendidikan dan Pelatihan Pekerja Migran Human Migran Care Indonesia )

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai momentum untuk menyalakan kembali semangat persatuan, perjuangan, dan kesadaran kolektif menuju kemerdekaan dan keadilan sosial. Namun, di tengah semarak peringatan Harkitnas tahun ini, para buruh Indonesia memaknai hari bersejarah ini dari perspektif yang lebih mendalam dan menyentuh realitas kehidupan mereka sehari-hari.

Ribuan buruh dari berbagai aliansi, organisasi, dan partai buruh bersiap turun ke jalan, menggelar unjuk rasa damai di Jakarta. Mereka menuntut pencabutan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai merugikan hak-hak buruh, serta mendesak penghapusan sistem outsourcing yang memperlemah perlindungan tenaga kerja. Aksi ini bukan semata bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil, melainkan refleksi nyata dari semangat kebangkitan: keberanian untuk bersuara demi keadilan.

Situasi ketenagakerjaan saat ini tengah berada di titik rawan. Puluhan ribu pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di berbagai sektor industri. Para buruh kehilangan sumber penghidupan, sementara janji penciptaan lapangan kerja yang diucapkan pemerintah belum terasa nyata di lapangan. Dalam suasana ini, buruh memanggil kembali semangat Harkitnas: semangat untuk bersatu, memperjuangkan hak, dan bangkit dari penindasan struktural.

Buruh bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek penting dalam roda perekonomian nasional. Ketika perlindungan terhadap buruh dilemahkan, maka yang terancam bukan hanya kesejahteraan pekerja, tetapi juga stabilitas sosial dan keadilan ekonomi secara keseluruhan. Dengan semangat Harkitnas, para buruh menuntut negara hadir dalam bentuk kebijakan yang adil, menciptakan lapangan kerja yang layak, serta menjamin hak-hak dasar pekerja.

Harkitnas bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tapi juga menatap masa depan dengan keberanian dan harapan. Dalam konteks perjuangan buruh, Harkitnas menjadi momen penting untuk mengingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak akan tercapai jika masih ada ketimpangan dan ketidakadilan di dunia kerja.

Saatnya pemerintah mendengar suara buruh dan menjadikan momentum Harkitnas sebagai titik balik dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Indramayu. 20/5/2025