
Catatan Dt. Hadi Prajoko, SH, MH.
Mereka orang kolot yang hanya membaca buku dibawah bendera revolusi tidak punya referensi yang luas dan otak nya tidak melihat Perubahan zaman, padahal tiap-tiap zaman punya cerita menarik sendiri ….
Hampir satu gudang sendiri saya baca dan kumpulkan semua tulisan bung Karno dari muda mulai pergerakan jauh sebelum kemerdekaan Indonesia sampai wafat nya, banyak tulisan dari sahabat dan pengikutnya serta keluarga nya saya baca siang’ malam sampai saya ini umur 62 tahu’n, Baru lah saya bandingkan dengan apa yg disampaikan oleh Yamin, Tan Malaka, Supomo, Radjiman w, Cipta Mangun, Budi Utomo, dll….
Saya mendapatkan satu pemahaman ternyata Soekarno tidak konsisten dalam melakukan pemikiran ideal nya, berubah ubah, baik’ terhadap pandangan tentang PANCASILA, dan tidak faham tentang Hukum negara, seorang yg orator itu melahirkan ideologi yg dia sendiri tidak mampu menerjemahkan dan tidak mampu merefleksikan, mengejawantahkan kedalam kebijakan kebijakan pemerintahannya yang dia pimpin, terlalu banyak mengorbankan pengikutnya secara massif tanpa mengindahkan pengorbanan dari para pengikutnya, fanatisme membabi buta,… Saat ini saya dibantu oleh para penulis muda sedang membedah pergerakan pemikiran para tokoh nasionalis untuk menjadi buku dokumen negara mulai persiapan konggres kebudayaan sampai kemerdekaan, bila ada yg terpanggil untuk dialog dan discus ikut handarbeni negeri ini dipersilahkan hadir di adakan setiap bulan purnama.
Menunggu panggilan ibu Pertiwi, evaluasi kegagalan dalam rangka menemukan jati diri kebangsaan Bumi Pertiwi.
Bukan bermaksud untuk tidak menghargai budaya luhur bangsa mereka, silahkan diadakan secara besar besaran budaya China, arab dan bule orientalis, tetapi kita tidak boleh meninggalkan warisan budaya luhur ibu Pertiwi Yg merupakan baju kebesaran identitas dan ideologi spiritual bangsa Nusantara sendiri.
