
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban dengan total anggaran Rp 100 miliar.
Dana tersebut berasal dari Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banpres) yang dialokasikan melalui APBN.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan.
Harga sapi disesuaikan dengan bobot dan kondisi pasar di tiap daerah.
Ini demi memastikan sapi kurban tersebar merata dan sesuai standar.
Sebanyak 598 sapi diserahkan ke berbagai daerah.
Sementara 500 sapi lainnya disalurkan ke lembaga pendidikan dan tokoh masyarakat.
Pemerintah bekerja sama erat dengan Kementerian Pertanian dan dinas terkait.
Mereka memastikan sapi yang didistribusikan memenuhi kualifikasi kesehatan dan syarat sebagai hewan kurban.
Kerja sama juga melibatkan Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) dan para penyedia sapi kurban.
Semua sapi kurban berasal dari peternak lokal.
Hal ini menjadi momentum penting bagi peternak dalam negeri.
Presiden Prabowo konsisten mendorong penyediaan sapi kurban dari dalam negeri setiap tahunnya.Ini sekaligus menjadi dorongan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak.
Program ini juga berkontribusi pada pengembangan industri peternakan nasional.
Tujuannya adalah menjadikan sektor peternakan semakin mandiri dan kuat.Selain itu, program membantu memenuhi kebutuhan pangan nasional, terutama daging sapi lokal.
Dengan program ini, pemerintah dan Presiden Prabowo ingin memperkuat ketahanan pangan. Mendukung peternak lokal sekaligus memastikan daging kurban sehat dan berkualitas.
Penyaluran sapi kurban berskala besar ini menjadi berita baik.Bagi peternak lokal, masyarakat penerima, dan ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.Ini langkah nyata menuju kemandirian dan kesejahteraan peternakan Indonesia.*Imam Kusnin Ahmad*
