YLC Peradi Banyuwangi Dalami Kasus Asusila, OKNUM HABIB BAKAL DILAPORKAN KE POLRESTA BANYUWANGI

 

Banyuwangi, 4 Juli 2024.-Kabar tidak menyenangkan di tengah-tengah sedang ramainya perbincangan tentang posisi habib peranan dan keberadaanya di Nusantara. Keberadaan habaib lagi “digugat’ banyak pihak karena hal-hal yang menyangkut oknum berperilaku dan berkata-kata yang kurang pas. Karenanya sangat menyinggung keberadaan ulama lokal Nusantara.

Akibatnya keberadaan habaib dipertanyakan ‘kehabibannya’ baik dari sisi geneologis maupun historisnya.
Belum reda tentang konflik bertajuk ‘Menggugat Habib antara Geneologis dan Historis’ di Banyuwangi muncul kabar ada seorang oknum habib (berinisial AQ bin HA) yang ditengarahi bertindak asusila (berperilaku seks menyimpang).

Seperti apa bentuk asusila? Sementara ada seorang pernah menjadi korban lebih satu kali diperlakukan tak senonoh oleh oknum habib itu. Modusnya memberikan penghormatan kepada tamu “khusus” di ruang pribadi. Karena dia seorang habib senior, dalam penampilan acara-acara keagamaan layaknya ulama, memaksa korban menuruti kemauannya. Awalnya minta dipijat. Terus dia ganti memijat sampai ke arah bagian paling privasi. Sampai dia orgasme”. Kata korban jujur bercerita.

Korban ingin menghentikan kebiasaan ‘menjijikkan’ itu. Korban yakin kalau korban lain pasti banyak. Santri-santri remaja yang masih culun-culun, karena doktrin bahwa habib orang dengan keistimewaan, keturunan dzuriyah nabi.

YLC (Young Lawyer Committee) Peradi Banyuwangi masih berusaha mendalami kasus dugaan asusila itu.

Gembong Aji R Ahmad, S.H. pengurus YLC yang menerima aduhan itu akan segera menyeriusi. Kalau memang memenuhi unsur pelanggaran hukum pidana, akan kami lanjutkan ke ranah persidangan kriminal. Kita tunggu perkembangan hasil kerja tim YLC. Sementara identitas pelapor masih kami rahasiakan”, tegas Pengacara Muda asal Genteng itu.
M.R. Jurnalis Menaramadinah.