H. Muhamad Nur Purnamasidi: Restorasi KCBN Muaro Jambi sebagai Pusat Pendidikan yang mendunia.

Jambi, menaramadinah.com. Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muaro Jambi memiliki karakteristik dan spesifikasi yang unik serta menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Dengan luas lahan mencapai 3,981 hektar, berada sepanjang 7,5 km di tepi sungai Batanghari.

KCBN Muaro Jambi berdiri abad ke-7 hingga 12 M ini terdapat Situs pemukiman kuno, sistem jaringan pengairan mas lalu serta percandian.

Meski sudah diusulkan dari tahun 2009, namun hingga kini masih belum diakui sebagai situs warisan dunia. Padahal pemerintah telah memiliki program untuk melakukan restorasi (pemulihan/perbaikan) situs serta menyusun masterplan pengembangannya.

Diketuai oleh H. Abdul Fikri, Komisi X DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik masa sidang II tahun sidang 2022-2023 Bidang Kebudayaan terkait Cagar Budaya ke Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi Jum’at-Minggu (9-11/12/2022). Dimaksudkan melakukan pengawasan dan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program pemerintah yang sedang merestorasi KCBN Muaro Jambi.

DPR RI dari Fraksi Golkar H. Muhamad Nur Purnamasidi ditemui disela kunjungan menyatakan Restorasi KCBN Muaro Jambi yang diikhtiarkan untuk pengajuan ke UNESCO akan mengangkat harkat martabat serta nama Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban dunia.

“Untuk mewujudkan itu penting dibuat narasi besar serta kolaborasi semua stakeholder.”
Narasi apa yang dibangun? Politisi Senayan dari Dapil Jawa Timur IV Jember Lumajang ini menegaskan terkait peran strategis Muaro Jambi saat itu yang pernah menjadi pusat pendidikan internaional. Tandasnya.

Lebih lanjut Pria yang akrab disapa Bang Pur menuturkan di kawasan Candi Muaro Jambi pada masa lalu menjadi “perguruan tinggi” tertua di Indonesia dan sekaligus terluas di Asia. Hal ini menjadi inspirasi untuk membangun serta “kembali” menjadikannya sebagai pusat pendidikan yang mendunia. Imbuh Alumni Fisip Universitas Jember yang juga Fungsionaris Ketua DPP Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dengan mimik serius.

Terlebih hingga saat ini KCBN Muaro Jambi masih kerap dikunjungi, terutama para Biksu dari berbagai negara terutama pada saat perayaan Waisak. Selain pengembangan pendidikan sebagai prototipe Merdeka Belajar Kampus Merdeka(MBKM), juga berpotensi besar untuk membuat wisata religi yang terkoneksi, berjejaring dengan kawasan lokasi lainnya. Imbuh politisi Senayan Dapil Jatim IV Jember Lumajang yang tinggal menyeselesaikan tugas akhir (Thesis) Mahasiswa Program Pascasarjana Fisip Universitas Jember

Restorasi KCBN Muaro Jambi tentu harus dibarengi dengan gerakan penyadaran serta pemberdayaan masyarakat sekitar. Berdasar UU No. 11 tahun 2010, terkait Cagar Budaya tentu harus mempertimbangkan berbagai aspek serta dampak perubahan ke depan. Terlebih disinyalir terdapat 12 perusahaan yang berpeluang “merusak” KCBN Muaro Jambi. Sikap pemerintah harus jelas dan tegas. Pungkas Bang Pur.

Rombongan Tim Kunker Spesifik DPR RI diterima oleh Sekretaris Daerah. Hadir dalam pertemuan dan mengikuti kunjungan lapangan; Kepala balai pelestarian kebudayaan wilayah V, para rektor, berbagai komunitas kebudayaan setempat serta Forkopimda lainnya. Sedang dari mitra kerja diwakili Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kemendikbudristek RI. (Red. Alien)