
BANYUWANGI,:MenaraMadinah.com;
Suasana haru bercampur bangga memenuhi Hall Hotel Mahkota Genteng, Sabtu (16/05/2026), ketika 160 siswa SMP Bustanul Makmur Banyuwangi resmi dinyatakan lulus dan menerima Surat Keterangan Lulus disertai pengalungan gordon dari kepala sekolah. Inilah puncak dari perjalanan tiga tahun penuh tempaan — bukan sekadar akademik, tetapi juga spiritual dan karakter — yang menandai lahirnya Angkatan ke-21 sekolah unggulan berbasis pesantren tersebut.
Momentum Istimewa Setelah Tiga Tahun Penggemblengan
Kepala SMP Bustanul Makmur, H. Imamuddin, M.Pd.I., menyebut momen ini bukan sekadar seremoni perpisahan biasa. Selama tiga tahun, para siswa tidak hanya duduk di bangku kelas, tetapi juga dibangunkan pukul tiga dini hari untuk salat tahajud, dilanjutkan salat Subuh berjamaah — sebuah rutinitas yang membentuk disiplin dan ketangguhan jiwa sejak usia belia.
“Teruslah menuntut ilmu dengan jalan yang mulia untuk masa depan yang gemilang!”— H. Imamuddin, M.Pd.I. — Kepala SMP Bustanul Makmur
Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton itu juga mengingatkan agar para lulusan tidak sekadar mengejar viralitas di media sosial atau kepintaran semata, melainkan menjadi pribadi yang benar dan bermartabat. Tak lupa, ia menyoroti tantangan terbesar generasi hari ini: godaan gawai yang tak henti-hentinya.
78 Siswa Sudah Diterima di Sekolah Lanjutan Bergengsi
Di balik momen haru itu tersimpan kabar menggembirakan. Dari 160 lulusan, sebanyak 78 siswa telah diterima di Madrasah Aliyah Negeri (MAN), baik di dalam kota Banyuwangi maupun di Jember, Malang, dan Pacet. Tujuh siswa lainnya memilih jalur vokasi di SMK, sementara sejumlah siswa mendaftar ke SMA berbasis pondok pesantren. Sisanya masih menunggu hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK negeri.
“Sekolah terus mengawal hingga seluruh lulusan mendapatkan tempat di jenjang pendidikan berikutnya.”— H. Imamuddin, M.Pd.I.
Pengasuh: Bekal Takwa untuk Generasi Qur’ani
Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Bustanul Makmur, KH. Robitul Haq, S.Hub., M.Si., yang akrab disapa Gus Robert, mengingatkan seluruh santri agar memegang teguh tema tasyakur tahun ini: “Dengan Bekal Takwa, Menyongsong Generasi Qur’ani Berakhlaqul Karimah.”
Dengan nada penuh kebanggaan, ia mengenang tiga tahun lalu ketika banyak santri baru yang masih menangis dan membutuhkan pendampingan setiap hari. Kini, para orang tua dengan penuh kepercayaan menitipkan putra-putri mereka di pondok-pondok luar kota.
“Ingat Allah, jaga iman dan ilmu kitab, serta tetap beradab kepada guru dan orang tua!”— KH. Robitul Haq, S.Hub., M.Si. (Gus Robert)Turut hadir dalam acara ini Pengasuh Pondok Pesantren Kebunrejo, KH. Muwafiq Amir, B.A., serta jajaran keluarga besar yayasan: Ning Izzatul Ulya, S.E., S.H., Nyai Hj. Munawaroh, dan Supervisor SMP Bustanul Makmur, Drs. H. Sujiyanto, M.Pd.
Prestasi Gemilang: Dari Olimpiade Nasional hingga Aksara Using
Acara tasyakur ini juga menjadi panggung apresiasi bagi para siswa berprestasi. Di bidang akademik, nama Daffa Shobirul Haq mencuri perhatian setelah berhasil meraih juara Olimpiade IPA sekaligus OSN Matematika tingkat nasional — sebuah pencapaian yang mengharumkan nama sekolah di kancah nasional.
Tak kalah membanggakan, prestasi non-akademik pun diapresiasi setara: juara silat, jebeng-thulik, puisi, dan lomba bercerita menjadi bukti bahwa sekolah ini merawat bakat siswa secara menyeluruh.
Penghargaan paling istimewa jatuh kepada Istiqlal Syukri Ahmad, yang berhasil menjadi juara aksara dan geguritan Bahasa Using dalam Festival Bahasa Ibu yang diselenggarakan Balai Bahasa Jawa Timur — sebuah prestasi yang sekaligus menjadi wujud nyata pelestarian budaya lokal Banyuwangi. Apresiasi juga diberikan kepada Ketua OSIS serta peserta terbaik program Edu Camp. Para santri Madrasah Diniyah (Madin) terpilih mendapat penghargaan berupa sertifikat dan kesempatan berfoto bersama pengasuh beserta orang tua mereka.
Prosesi Khidmat, Ikrar Alumni, dan Kesaksian
Prosesi kelulusan berlangsung khidmat, diiringi paduan suara adik kelas yang membawakan himne, mars sekolah, lagu nasional, hingga lagu-lagu populer yang mengiringi luapan haru seluruh hadirin. Pembacaan puisi menambah kedalaman suasana yang tak terlupakan itu.
Angkatan ke-21 ini bukan hanya wajah Banyuwangi. Para lulusan berasal dari berbagai penjuru, termasuk Madura, Bali, dan Kalimantan — cerminan kepercayaan masyarakat luas terhadap kualitas SMP Bustanul Makmur yang melampaui batas geografis.
Puncak acara ditandai dengan ikrar alumni yang menyatakan kesiapan menjadi kader agama sekaligus kader bangsa, serta berjanji menjaga nama baik almamater.
Kesan dan pesan mengalir dari berbagai pihak. Sekretaris OSIS, Claresta Azarine Nathania, menyampaikan ungkapan perpisahan yang menyentuh hati.
Perwakilan orang tua, Bambang Harnowo, M.Pd., mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan pengabdian para guru. Sementara alumni Angkatan ke-7, Dr. Rifki Firdaus, M.Pd.I., yang kini menjadi dosen di Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, memberikan kesaksian yang menggugah:
“Guru bukan hanya mengajar, tetapi membimbing, melatih, dan melakukan pembiasaan hingga menjadi karakter yang berakhlak — baik di dalam kelas maupun di luar sekolah. Dari dulu hingga sekarang, SMP Bustanul Makmur menjadi salah satu yang terbaik dan unggul di Kabupaten Banyuwangi!”— Dr. Rifki Firdaus, M.Pd.I. — Dosen Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, Alumni Angkatan ke-7
Acara yang semarak dengan buket bunga dan momen kenangan itu resmi menutup babak tiga tahun bagi Angkatan ke-21 — dan membuka babak baru perjalanan hidup 160 pemuda yang kini melangkah dengan bekal ilmu, iman, dan akhlak ke pentas kehidupan yang sesungguhnya. (Aguk Wahyu Nuryadi)
