Kolaborasi Satuan Pendidikan SMPN Negeri 1, 2 dan 3 Rogojampi Dalam Rangka Peduli Stanting.

Banyuwangi-menaramadinah.com. Pemerintah Kecamatan Rogojampi telah berupaya melakukan percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi dari sektor pemangku kepentingan lainnya seperti sekolah, organisasi profesi, swasta perusahaan, dan sebagainya sehingga dapat bersama-sama terintegrasi dalam percepatan penurunan stunting.

 

menaramadinah.com melaporkan ;
Pelaksanaan Program Hari Belanja ke Pasar Tradisional dan Beli UMKM kembali dilaksanakan pada hari Senin tanggal 10 Oktober 2022. Tema Gerakan belanja cantik 10/10 adalah penurunan prevalensi stunting pada balita dan upaya mengurangi dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada masyarakat berpanghasilan rendah (MBR).

Menindaklanjuti program Pemkab Banyuwangi tersebut SMPN 1,2 dan 3 Rogojampi berkolaborasi untuk mendistribusikan hasil belanja ASN berupa bahan makanan berupa asupan protein. Selanjutnya hasil belanja disalurkan langsung sesuai data stunting dan duafa dari Kecamatan Rogojampi berkoordinasi dengan Puskesmas Rogojampi , menyasar pada 38 penerima dari 5 desa di seluruh Kecamatan Rogojampi, diantaranya Desa Gladak , Desa Mangir dan Desa Bubuk.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiendani menjelaskan penanganan stunting harus dilakukan secara bergotong royong. Tanggung jawab penanganan stunting tidak hanya tugas Puskesmas dan Dinas Kesehatan, melainkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga ikut terlibat.

“Tolong gizinya anak-anaknya dijaga. Kalau membutuhkan sesuatu bisa langsung menghubungi petugas kesehatan atau kepala desa. Jangan sungkan,” kata Ipuk pada orangtua mereka.
Pada petugas kesehatan yang mendampingi tumbuh kembang anak tersebut, Ipuk meminta untuk rutin melakukan pemeriksaan.

Ini karena penyebab stunting bukan hanya masalah kesehatan saja, melainkan banyak faktor.

“Bisa faktor lingkungan dan banyak lainnya. Karena jtu penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua OPD harus bergerak bersama. Gerakan belanja ini juga salah satu upaya menekan stunting,” jelas Ipuk, Bupati Banyuwangi.

“Tema Gerakan belanja cantik 10/10 sebagai upaya gotong royong penanganan stunting, termasuk membantu ibu hamil berisiko tinggi. Selain itu juga untuk mengurangi dampak dari kenaikan harga BBM. Hasilnya didonasikan untuk penanganan stunting dan warga lain yang layak dibantu.

Dalam penanganan stunting, Banyuwangi telah mengidentifikasi data by name, by address, berikut faktor resikonya. Setelah dilakukan identifikasi, penanganan dilakukan secara gotong royong lintas sektoral. Misalnya karena faktor ekonomi, anak nelayan miskin mengalami mal nutrisi sehingga terindikasi stunting.
Pemerintah Kecamatan Rogojampi melibatkan sejumlah institusi sekolah untuk berkolaborasi dalam program percepatan penurunan stunting, diantara yang digandeng adalah SMPN 1, 2 dan 3 yang bergerak dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, langsung terjun dipimpin kaseknya masing-masing yakni, Supriyadi, M.Pd, Marhenyantoro, S.Pd, SH, MM dan Yuli Eka Ismarini, S.Pd.

Stunting merupakan gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Kondisi tersebut bisa berdampak pada kualitas SDM anak tersebut.

Karyawan khususnya ASN di 3 sekolah tersebut berbelanja dengan komoditas berupa bahan makanan pencegah stunting pada anak antara
lain : telur, susu, daging ayam, ikan segar/produk olahan , ikan (hasil produksi UMKM) dan kacang hijau. Selanjutnya hasil belanja disalurkan langsung sesuai data stunting Pemerintah Kecamatan berkoordinasi dengan Puskesmas Rogojampi.

Menurut Kepala SMPN 2 Rogojampi, Marhenyantoro, S.Pd, SH, MM mengatakan, sangat mendukung program ini dan berharap masalah stunting bukan hanya masalah di Kecamatan Rogojampi tetapi menjadi masalah bersama seluruh Kabupaten Banyuwangi

Marhen mengharapkan lewat kegiatan ini dapat menghasilkan solusi bersama dalam menurunkan stunting.

Sementara Kepala SMPN 1 Rogojampi , Supriyadi, M.Pd mengaku senang dapat membuat program kolaboratif dengan Pemerintah Kecamatan Rogojampi terkait stunting. “Pada dasarnya kami senang bisa membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Kecamatan Rogojampi telah melakukan identifikasi permasalahan. Hasilnya, diketahui belum semua desa memahami kegiatan prioritas untuk menanggulangi stunting di wilayahnya masing-masing.
‘’Karenanya, perlu diatasi secara bersama-sama melalui intervensi gizi spesifik dan intervesi gizi sensitif,’’ tandasnya

Kami berupaya melakukan percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi bersama SMPN 1, 2 & 3 Rogojampi sehingga dapat bersama-sama terintegrasi dalam percepatan penurunan stunting khususnya di wilayah kecamatan Rogojampi, pungkasnya.(Jurnalis Rishje/KRT.Ilham)