Oleh : Moch Agus Slamet, SE, MM Wapemred menaramadinah.com.
Lingkungan mempengaruhi penilaian.Hal ini di sampaikan penulis yang juga selaku wakil ketua asosiasi pengusaha Indonesia Kabupaten Blitar di sore hari ini.
Aktifitas kegiatan usaha di kota besar ketika kita amati bersama, kadang membuat kita semua terheran heran.Menjelang pagi sudah di mulai dengan aktifitas persiapan kerja,yang mengharuskannya masih di bayang bayangi kemacetan di perjalanan yang berimbas di karenakan jarak tempuh yang sebetulnya hanya berkisar 13 kilo meter, tetapi harus di tempuh dalam hitungan lebih dari satu jam perjalanan.Tumpukan berkas dan problematika kantor sudah menunggu untuk bisa di sikapi dengan seluruh daya kemampuan yang ada.
Proses pencapaian tempat tinggal di saat pulang kerja pun masih harus berjibaku dengan kemacetan lagi, yang membuat kelelahan sampai di tempat tinggal sudah larut malam.
Sementara apabila kita melihat aktifitas bisnis di daerah yang jarak tempuh berangkat dan pulang tidak terganggu kemacetan, praktis waktu berangkat dan pulang bisa terukur dan tidak sampai harus larut malam tentunya.
Kasuistis di atas kalau di tela,ah secara nalar alahkah bisa lebih maksimal hasil pencapaian ketika bergelut di dunia usaha yang jauh dari kemacetan.Teori ini ternyata akan tidak selalu benar adanya.
Kemudahan transportasi yang teramat longgar, terkadang tidak di ikuti dengan etos kerja yang maksimal, karena hal ini bisa di pengaruhi oleh situasi lingkungan kerja yang landai landai saja.
Kesimpulan sementara akhirnya berbunyi, lingkungan kerja ternyata sangat mempengaruhi hasil akhir. Bagaimana tanggapan anda.?
