Tertinggal

Oleh : Widi Kamidi Wae.

Tertinggal. Bisa juga ketinggalan. Dia kata kerja. Begitu rumusnya dalam KBBI. Jangan diganggu gugat. Kerena memang tidak ada yang digugat. Sudah bener. Sudah begitu adanya.

Ada kata lain yang bisa digunakan: tercecer. Itu kelasnya sama dengan tertinggal. Tapi awake saya lebih suka pakai yang tertinggal. Lebih punya kesan. Lebih sugestif. Malah bisa ingat-ingat film lawas Rano Karno. Yang “Pacar Ketinggalan Kereta” itu. Atau lagu penyanyi pop lawas Nella Regar. Yang “Senja di Batas Kota” itu. Yang setingnya di stasiun kereta api. Pas senja temaram. Lalu kereta berangkat. Dan si gadis menangis sendu.

Nah foto ini mirip kisah yang tertinggal itu. Buagusnya bukan main. Sudutnya pas. Obyeknya lumayan oke. Pencahayaannya ehem. Editingnya cukup natural. Setting foto di Kopilaborasi mayan sedap dipandang. Sayang bukan bila tertinggal. Tidak bisa dipandang banyak orang.

Om Danangpepe pasti punya maksud dengan foto ini. Kalau tak punya maksud bagaimana bisa ambil angel seperti ini. Seperti foto keluarga. Karena memang kita keluarga. Setidaknya. Keluarga di #pasukanberaningopi. Kala itu. Kala hit-hitnya anak-anak muda berpenetrasi kopi arabika yang kurang familiar di lidah Indonesia itu.

Awake saya ingat betul si Om mengambil foto dengan gaya jauh mundur. Mundur jauh. Mundur-mundur. Sampai persis di depan kamar ganti. Ganti apa saja. Termasuk ganti pempers bila datang ke kafe sejuk ini sambil bawa bayi. Atau ganti… emmm… yo wis lah pikir sendiri. Maka rasanya menjadi tidak tega sama si Om yang begitu rupa membuat foto dengan lensa lebar ini lalu dibuat tertinggal. Eman. Eman-eman.

Apalagi dalam foto ini awake saya berpose dengan orang bukan main-main. Salah satu tokoh yang pertama kali menghentak pasar kopi surabaya dengan kopi susu gula aren: Kopikokonakal namanya. Mereka punya resep dengan judul mantan-mantanan. Yang akronim dari Manis Tenan. Dia ini Theokurniawan – sementara samping kirinya pasangan hidupnya. Dua lainnya dari para Kopikokonakal itu ada Christhartono lalu Edward Lie edokoffiekato. Kemana dua tokoh lainnya ini sekarang? Aihh orang kopi indonesia pasti tahu keberadaan mereka.

Nah beginilah kalau tertinggal. Asik juga bila diunggah diiringi cerita yang tertinggal. Ehem, salam nggih. Salam ngopi.

#kutemaningopi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *