PJS Menolak MIE GACOAN Soal Parkir

Surabaya-menaramadinah.com-Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) mengeklaim memiliki perjanjian tanpa batas waktu dengan gerai Mi Gacoan, sehingga menolak disebut melakukan aksi premanisme.

Sebelumnya, sejumlah video beredar menunjukkan orang yang mengaku sebagai juru parkir di gerai mi Surabaya menolak ketika manajemen akan memasang mesin parkir non-tunai.

Ketua PJS, Izul Fiqri menyatakan, pihaknya memiliki perjanjian dengan perusahaan tersebut untuk mengelola parkir hingga kedai mi tidak beroperasi lagi.

“Pasal 2 (perjanjian) itu, kedua pihak menyepakati waktu pengelolaan parkir dimulai dari tanggal cabang Mie Gacoan buka hingga waktu yang tidak ditentukan,” ucap Izul di Jalan Kayoon, Surabaya, Rabu (31/12/2025).

Ia juga menganggap, pihak gerai membuat narasi premanisme. Padahal menurutnya, tindakan tersebut adalah upaya mempertahankan hak. “Saat ini tahu-tahu Mie Gacoan bermitra dengan vendor parkir, ini yang salah yang mana. Dan dinarasikan kami yang mokong (nakal), padahal mempertahankan hak kami,” jelasnya.

Izul mengungkapkan pihaknya bersedia mengganti sistem menjadi parkir non-tunai sesuai permintaan Pemerintah Kota Surabaya. “Kami menyampaikan ke manajemen, apabila menghendaki digitalisasi maka koordinator siap. Kami ini bukan menolak kekinian, tapi manajemen seakan habis manis sepah dibuang,” ujarnya.

Oleh karena itu, Izul berharap manajemen gerai mi tersebut menemuinya untuk membicarakan perjanjian sistem parkir yang telah dibuat.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkap alasannya mengganti sistem parkir konvensional menjadi digital pada 2026.

Eri merasa penggantian sistem parkir tersebut tidak akan mendapat penolakan karena tujuannya adalah transparansi pendapatan parkir harian.
.
MM