
Toak berasal dari pohon Siwalan, orang Tuban menyebutnya Pohon Bogor, yg berasal dari bunganya pohon Bogor yg disebut Wolo. Berikut ini laporan Mas Eko Diam Diam Menghanyutkan :

Wolo ini dijepit 3hari lalu sehari semalam direndam air yg ada di bumbung (bambu) dari Wolo ini diiris keluar airnya yg bernama Toak dan diberi Babakan juwet atau jambu mente. Kadar alkohol Toak berkisar 5-20% dan bisa memabukkan, namun bisa dan bagus buat obat sakit ginjal dan kencing batu. Tradisi minum Toak sdh ada sejak zaman nenek moyang orang Tuban dan tetap lestari sampai skrg. Dlm kisah sejarah, Pasukan Majapahit yg dipimpin Ronggolawe bisa mengalahkan pasukan Tar Tar dari Cina itu karena siasat Ronggolawe mengadakan pesta tayub yg disuguhkan utk menjamu pasukan Tar Tar.
Setelah semua pasukan Tar Tar mabok minum Toak, lalu pasukan Majapahit menghabisinya. Sebenarnya tujuan orang Tuban mengadakan minum Toak bersama utk mempererat persaudaraan, bukan utk mabok2an.
Saat bekerja di sawah ladang minum Toak, saat berkumpul di rmh minum Toak, saat di acara pernikahan minum Toak, saat ada kesenian tayub juga minum Toak.
Toak tak bisa lepas dgn Tuban, maka Tuban disebut KOTA TOAK. Kalo ingin rasanya Toak asli 100% ya harus beli langsung di perkebunan Pohon Siwalan, kebanyakan yg dijual di toko/warung pinggir jalan sdh campuran.
