
Pamekasan- menaramadinah.com-Senat Mahasiwa (SEMA) Fakultas Tarbiah baru baru ini melakukan survei, dengan tujuan menampung aspirasi mahasiswa IAIN Madura khususnya fakultas tarbiah terkait perkuliahan online yang sedang dilaksanakan kampus Institute Agama Islam Negeri (IAIN) madura.
Melalui halaman resmi yang dimiliki, Senat Fakultas Tarbiah menggalang aspirasi mahasiswa dengan cara mengisi kusioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan dan disertakan pengaduan-pengaduan mahasiswa yang telah di sediakan di website tersebut.
Dari 9 prodi yang di survei dan 154 orang yang mengisi kotak suara online tersebut, alhasil mayoritas mahasiswa berpendapat bahwa perkuliahan online sangatlah tidak efektif. Pasalnya, ketika pelaksanaan perkuliahan online tersebut dilaksanakan, mahasiswa tidak memahami penjelasan yang di berikan dosen.
Kedua, dari hasil survei tersebut, dosen tidak sepenuhnya membimbing mahasiswa sebagaimana perkuliahan seperti biasanya.
Ketua Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Tarbiah Faiqul Abrori mengungkapkan, jika memang ingin melaksanakan perkuliahan secara online, dosen haruslah lebih bersabar serta meningkatkan sistem pembelajarannya, mengingat perkuliahan online tidak semudah perkuliahan seperti biasanya, dari segi pemahaman terhadap mahasiswa.
Pria yang aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berharal kepada seluruh dosen iaian madura khususnya yang melaksanakan perkuliahan online untuk tidak menggunakan berbagai macam aplikasi agar tidak memberatkan mahasiswa untuk mendowload berbagai macam aplikasi.
“Kami berharap pihak fakultas yang bersentuhan langsung dengan dosen, memberikan anjuran kepada dosen untuk menggunakan satu aplikasi saja, sehingga tak meribetkan mahasiswa untuk mendowload berbagai macam aplikasi” Ucapnya.
Terpisah Dekan Fakultas Tarbiyah Atiqullah memberikan tanggapan terkait keluhan mahasiswa ini, bahwa setengah genting negara pada saat ini, yakni ditengah persebaran wabah Virus corona, haruslah sama sama memaklumi serta memanfaatkan momentum sebagai media pembelajaran.
“Insyaallah mahasiswa tidak dirugikan sembari belajar mandiri, karena sumber pengetahuan itu tidak dari dosen saja bisa dari buku, referensi dan informasi dan insyaallah kami teruskan keluhan ini kepada para dosen dan pimpinan, hikmah darih edarana atas pandemi cofid 19 ini bagi kita semua adalah rasa saling memaklumi dan bisa secara alamiah dapat belajar lebih mandiri dan merdeka dengan menggunakan dan memanfaatkan media sosial atau TIK” pungkasnya.
Diisi lain Mashur abadi selaku Dosen peggajar di IAIN Madura memaklumi terhadap lulusan tersebut, sebab mahasiswa IAIN Madura tidak pernah melaksanakan perkuliahan semacam ini.
“Wajar karena ini pertama . Kedua, pemberian tugas mandiri/ terstruktur itu memang bagian dari model pembelajaran IAIN Madura” ucapnya
Mohammad Qosim selaku rektor IAIN Madura juga memberikan tanggapannya, menurutnya namanya musibah, semua layanan memang tidak optimal, tidak sebagaimana perkuliahan seperti biasanya.
“ini sedang musibah, semua layanan tdk optimal seperti biasanya, Meskipun serba terbatas, layanan harus beralan seperti biasanya, pungkas rektor kelahiran kabupaten Sampang tersebut. Fik jurnalis citizen
