Didik Gondrong: MANTAN PREMAN JALANAN, KINI JADI MASTER TOTOK SYARAF DI KARANG ANYAR , SOLO JATENG

Solo,MenaraMadinah.Com
Nasib orang siapa yang tahu. Roda kehidupan selalu berputar. Itulah perjalanan anak manusia, siapa sangka ketika kecil hidup susah terlunta lunta, mau makan saja susah, apalagi sekolah, akhirnya masa remaja dan muda dihabiskan liar di jalanan.

Cibiran dan cemoohan pun sering diterima, dari tetangga dan orang sekampung yang lebih kaya hidupnya. Maklum, disebagian masyarakat zaman dulu, selalu saja sebagian orang membangga banggakan uang, kekayaan. Melihat pemuda miskin pun layaknya memandang sebelah mata. Itu dulu, entah sekarang masih kah ada prototipe pribadi seperti itu.

Adalah Mas Didik Gondrong ( 45) , pria asal Pulosari, KarangAnyar Jawatengah ini, dulu dikenal sebagai preman jalanan, yang bikin susah orang . Maklum, sebagai preman kampung biasanya suka minum minum mabuk mabukan.

Bagi Mas Didik Gondrong , kegetiran hidup dimasa kecil tiba tiba menjadi cambuk kesadaran dalam dirinya, bahwa hidup miskin adalah bukan salahnya Tuhan, tetapi kesalahan manusia sendiri.

Kesadarannya bangkit, mengingat para leluhurnya dulu termasuk orang baik baik dan dibutuhkan masyarakat luas. Kakeknya mas Didik dulu kedua duanya adalah seorang Ahli Terapi Urut dan Pijat Tradisional , sedangkan Ayahnya juga mumpuni soal Meramu Jamu Jawa.

Dari situlah , pemuda gondrong yang mengidolakan salah satu Walisongo yakni SUNAN KALIJOGO ini, belajar dan praktek pijat tradisional Jawa. Dia berani nekat, mencari pelanggan yang minta diurut, door to door, dari kampung ke kampung.
Beberapa tahun di jalaninya, sambil belajar ilmu bathin pada orang orang sepuh yang ditemuinya di jalanan.

Keseriusannya belajar dan menimba ilmu bathin, maka dirinya berani keluar kampung masuk daerah nya orang, melayani pasien yang mbutuhkan terapi Totok Syaraf. Mas Didik berprinsip, Man Jadda Wa Jadda. Siapa yang bersungguh sungguh usaha, akan mendapatkannya. Baginya, ia sangat meyakini ayat Alqur’an yang bunyinya, innama amruhu Idza Aroda syaian ayyakulalahu ” Kun FaYakun “.

Panggilan pun mulai berdatangan, bahkan kadang seharian full tamunya antrian dirumahnya, sampai kewalahan saya mas”, katanya. Untung selalu diimbangi dengan nutrisi herbal dan meditasi. Biasanya mengambil energi alam pedesaan, blusukan bahkan meditasi di petilasan leluhur Jawa”, terangnya.

Mas Didik Gondrong, kini benar benar tlah berubah hidupnya. Bukan lagi sebagai preman jalanan. Namun kini menjelma menjadi seorang Master dan Maskotnya Ahli Totok Syaraf di Karanganyar, Solo Timur, Sragen dan kawasan Jawa Tengah lainnya.

Banyak yang merasa terbantu oleh pertolongannya,ukai yang strok ringan, lumpuh tahunan dan korban gagal sembuh muntahan rumah sakit. Bagi yang mengalami strok mendadak, belum lewat 24 jam, digaransi, insyaAlloh langsung sembuh ditempat” tutur mas Didik Gondrong tanpa bermaksud menyombongkan diri.

Mas Didik Gondrong, kini sering dapat sebutkan Ki Bagus Didik Gondrong. Sang Master Totok Syaraf Karang Anyar.

Satu obsesinya, masa lalu biarlah masa lalu. Masa depan harus ditatap dengan optimis. Kami punya sedikit ilmu, mau mengabdi total untuk masyarakat khususnya kaum lemah yang tak mampu berobat mahal. Datang atau kabari kami, dimanapun di pelosok kampung, kami akan datang bersama tim ekspedisi ” Blusukan” insyaAlloh ridak mengecewakan.
Kami ini terapis paling garang, tak jarang pasien kami marah marahin duluan, sebagai shoch terapi agar timbul semangat baru untuk sehat. Karena menurutnya, sehat atau sakit itu sangat bergantung diri si pasien sendiri.Sang Terapis atau tabib hanya membantu proses mendapatkan energi pemulihannya saja ” , salihnya penuh filosofis.

Ki Bagus Didik Gondrong, sang Master Totok Syaraf. Panggilan yang kini tak asing lagi. Dan panggilan itu terasa pas, Sembodo dengan perawakannya yang gempal padat, gondrong namun cukup ramah , wajahpun sumringah karena selalu bermeditasi menyerap hawa murni, energi kebahagiaan, katanya.

Baginya, hidup itu ibadah. Kerja juga ibadah. Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat sebanyak srbanyaknya untuk orang lain. Wahh, pituturnya selalu runtut, kata katanya tegas, jelas dan nyaring terdengar di telinga pasien pasiennya.
Itulah salah satu ciri khasnya, Master Totok Syaraf yang benar benar loss, berani pantang menolak panggilan.
Selamat berjuang dan mengabdi , sang Master.
( SamsulHadi, MenaraMadinah.Com)