Pasuruan – menaramadinah.com-Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan geger. Pasalnya Usman (70) dibacok pada saat mengaji Alquran di musalla. Akibatnya Usman mengalami luka-luka. Dan pelakunya diduga gangguan jiwa Kamis (31/10/2019) .
Korban sebelumnya menunaikan salat duhur berjamaah di musala Al Usmani. Musala itu berada di Dusun Pasar, Desa Mlaten.
Selepas salat, Usman kemudian kembali mellmbaca Al-Qur’an bersama M Haris (43) dan Muhaimin (65). Tak lama mereka mengaji, terdengar suara pria yang berteriak-teriak dari luar musala.
Dia adalah Dul Samid (65) yang saat itu langsung masuk ke musala. “Pelaku datang menghampiri korban dengan kondisi marah-marah. Korban saat itu masih berusaha menenangkan, ia juga bertanya ada apa ini,” kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso.
Haris dan Muhaimin yang berada di lokasi juga sempat meredam kemarahan pelaku. Namun, saat berada di serambi musala, pelaku kian kalap. Dul Samid yang juga membawa senjata tajam jenis celurit itu langsung menyabet Usman. Beberapa kali sabetan membuat korban terluka. Ia mengalami luka parah pada bagian leher, lengan dan telinga.
Setelah itu, pelaku lari. Sejumlah warga sekitar yang mengetahui insiden itu mengejarnya. Pelaku akhirnya diamankan warga di rumah anaknya, Marpuk. Polisi yang mendengar insiden itu mendatangi TKP. Pelaku lalu dibawa ke Mapolsek.
“Karena kondisinya terluka saat diamankan warga, pelaku kami bawa ke RSUD Grati. Sedangkan korban dibawa ke RS dr Moh Saleh Probolinggo untuk mendapat penanganan medis,” jelas Slamet. (aza)
