PWNU Jatim Apresiasi MWC Tambak-Bawean dengan Poliklinik dan BMT Potensial sebagai Percontohan Ekonomi Nahdlatul Ulama.

GRESIK – Pengurus Wilayah Nahdlatul
Ulama (PWNU) Jawa Timur memberikan apresiasi tinggi kepada Majelis Wakil Cabang (MWC) Tambak di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, atas pencapaian dan potensi ekonomi yang menjanjikan, terutama dalam pengelolaan poliklinik dan Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) dengan nilai aset mencapai miliaran rupiah.

Rombongan turba PWNU Jawa Timur yang dipimpin Wakil Rois Syuriah KH Abdul Matin Djawahir dan Wakil Katib Syuriah KH Ahmad Faris Idrisa, serta didampingi Wakil Ketua PWNU Prof. Masykuri Bakri dan jajaran, mengunjungi Bawean pada Jumat (15/5/2026) malam. Mereka disambut hangat oleh Rais Syuriah PCNU Bawean KH Zubaidi Chumaidi, Ketua PCNU Bawean KH Moh Fauzi Rouf, serta jajaran pengurus PCNU dan MWC NU se-Pulau Bawean.

Tim PWNU melakukan dialog intensif di kantor PCNU Bawean serta meninjau langsung poliklinik Annahdliyah yang dikelola MWC Tambak. Poliklinik ini menyediakan layanan kesehatan mulai dari pengobatan umum hingga fasilitas rumah bersalin dengan kunjungan harian mencapai 20-25 pasien.

Prof. Masykuri Bakri memuji keberadaan poliklinik tersebut sebagai contoh nyata pengembangan amal usaha NU di tingkat bawah. Selain poliklinik, MWC Tambak juga sukses mengelola BMT yang telah berdiri selama 3,5 tahun dengan aset lebih dari Rp14 miliar dan omzet usaha mencapai Rp2,2 miliar.

“Kondisi ini menggambarkan bahwa NU di Bawean memiliki potensi besar bukan hanya dalam bidang keagamaan tapi juga pengembangan ekonomi umat. Pulau Bawean yang eksotik ini layak menjadi percontohan bagi pengembangan ekonomi Nahdlatul Ulama di daerah lain,” ujar Prof. Masykuri.

Prof. Masykuri juga menyoroti makna peringatan satu abad NU yang menunjukkan kiprah organisasi sebagai rumah besar umat Islam yang penuh karomah dan berperan penting dalam pembentukan bangsa. Ia mengingatkan bahwa NU bukan sekadar organisasi politik praktis, melainkan pengayom, pendidik, pemberdaya, dan pelindung umat dengan jangkauan global, termasuk di Jepang, Australia, dan Kanada.

Penguatan ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) menjadi PR penting NU untuk menghadapi penyebaran Islam transnasional ekstrem di Indonesia. NU harus terus menyebarkan ajaran moderat, toleran, dan menjaga persatuan dengan pendekatan dakwah digital yang efektif, terutama untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.

Dalam kesempatan itu, Rais Syuriah PCNU Bawean KH Zubaidi Chumaidi mengutip pesan ulama besar KH Abdullah Schaal dari Bangkalan tentang dua keuntungan menjadi pengurus NU: keuntungan duniawi dan keuntungan amal jariyah dari para ulama terdahulu.

Ia menegaskan kiprah ulama NU dalam melindungi warisan situs sejarah Islam dari ancaman kelompok ekstremis di Arab Saudi serta peran pengurus NU dalam penumpasan G30S/PKI sebagai bagian dari jasa besar NU bagi negara.

Ketua PCNU Bawean KH Moh Fauzi Rouf memaparkan kondisi organisasi yang meski hanya meliputi dua kecamatan dan 30 desa, memiliki 56 pengurus ranting yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

“Kami telah mengelola Klinik An-Nahdliyah dan BMT yang beromset miliaran. Kami berharap PWNU Jatim dapat memberikan dukungan dana agar potensi ini terus berkembang dan bermanfaat bagi umat dan masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengusulkan pengembangan program Bank Sampah dan Koin NU di Bawean.

PCNU Bawean juga meminta dukungan dalam mengatasi fenomena aduan sapi yang kini berkembang menjadi masalah judi dan kriminalitas, terutama melibatkan anak-anak usia sekolah.

Turba PWNU Jatim di Pulau Bawean diakhiri dengan doa yang dipimpin Wakil Rois Syuriah KH Abdul Matin Djawahir serta pembagian ijazah aurad dzikir dan doa untuk para pengurus yang hadir, menguatkan semangat pengabdian dan keberkahan dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar di wilayah Bawean.*Imam Kusnin Ahmad*