Hasil Super League: Arema Malang Bantai PSM Makassar 3-0. Meski Diwarnai Kontroversi.

MALANG – Arema FC tampil sangat meyakinkan saat menjamu PSM Makassar dalam lanjutan pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (9/5/2026) sore.

Bermain penuh control dan tajam di depan gawang, Singo Edan menang telak 3-0, meski jalannya pertandingan diwarnai sejumlah keputusan kontroversial dari wasit yang memimpin laga. Kemenangan ini mengukuhkan posisi Arema, sementara PSM masih terjebak di zona bawah dan belum aman dari ancaman degradasi.

*Jalannya Pertandingan*

Pertandingan baru berjalan 9 menit saat Arema sudah mendapatkan keuntungan besar. Gabriel Silva dilanggar di dalam kotak penalti oleh kapten PSM, Yuran Fernandes, dan wasit langsung menunjuk titik putih. Dalberto sebagai eksekutor utama dengan tenang menceploskan bola ke pojok gawang, mengecoh kiper Hilmansyah, dan membuat skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Di menit ke-16, momen kontroversial terjadi. Arkhan Fikri dijatuhkan oleh Victor Dethan di tengah lapangan, namun wasit meniup peluit terlalu cepat. Padahal bola menggelinding lurus ke arah Gabriel Silva yang sudah lepas dan tinggal berhadapan sendirian dengan kiper lawan. Pemain Arema sempat memprotes keras karena peluang gol besar terbuang sia-sia akibat keputusan tersebut, namun keputusan tetap tidak berubah.

Permainan berjalan terbuka selanjutnya. Di menit ke-23, Matheus Blade melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, namun masih bisa diblok oleh pertahanan PSM. Giliran tim tamu membalas: Rizky Eka mendapatkan umpan bagus di menit ke-32, namun penyelesaiannya sedikit melenceng ke sisi kiri gawang. Menjelang istirahat, tepatnya menit ke-45, Savio Roberto mencoba peruntungan dari jarak jauh, namun tangkapan Lucas Frigeri masih aman. Skor tetap 1-0 hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Arema semakin dominan. Di menit ke-53, serangan balik cepat berbuah hasil: Dalberto memberikan umpan terobosan cerdas kepada Gabriel Silva, yang dengan dingin menaklukkan kiper Hilmansyah — skor bertambah 2-0.

PSM hampir mencetak gol penghibur di menit ke-60. Umpan cerdik Yuran Fernandes disambut tendangan backheel indah Rizky Eka, namun bola memantul ke tiang gawang Arema dan gagal masuk. Hanya berselang 9 menit, tepatnya menit ke-69, Joel Vinicius menutup kemenangan. Ia memanfaatkan kekacauan di pertahanan lawan untuk menembak masuk, mengubah skor menjadi 3-0.

Di masa tambahan waktu, tepatnya menit ke-90+1, kembali ada keputusan kontroversial. Wasit memberikan tendangan bebas tidak langsung di dalam kotak penalti Arema dengan alasan kiper Lucas Frigeri melakukan penahanan bola dua kali. Meski protes berdatangan, keputusan tetap berdiri. Namun, eksekusi PSM gagal menembus tembok pertahanan Arema. Skor 3-0 bertahan hingga peluit akhir.

Analisa Pertandingan

Kekuatan Arema FC

1. Efektivitas Serangan & Kerja Sama Depan: Tiga penyerang asing — Dalberto, Gabriel Silva, dan Joel Vinicius — tampil sangat serasi. Mereka saling mengisi ruang, cepat dalam transisi, dan sangat mematikan dalam penyelesaian akhir. Tiga gol tercipta dari kerja sama apik, membuktikan garis depan Arema menjadi senjata utama musim ini.

2. Kekokohan Pertahanan: Hansamu Yama dan Julian Guevara sangat disiplin, jarang memberikan ruang bagi penyerang PSM. Lucas Frigeri juga tampil percaya diri, mematahkan segala ancaman, termasuk saat momen sulit di akhir laga.

3. Kedewasaan Bermain: Meski dihadang keputusan wasit yang merugikan di awal, Arema tidak kehilangan fokus dan tetap mengikuti rencana pelatih. Mereka pintar mengatur tempo, menekan saat perlu, dan bertahan aman saat unggul.

PSM Makassar

1. Kehilangan Pola & Fokus: Setelah tertinggal lebih dulu, PSM terlihat bingung dan kehilangan ritme. Gelandang mereka kalah duel, sehingga suplai bola ke Alex Tanque dan Rizky Eka sangat minim.

2. Kurang Tajam di Depan: Padahal punya beberapa peluang emas, penyelesaian akhir PSM sangat buruk. Tembakan sering melenceng atau mengenai tiang, dan tidak ada ketenangan saat berhadapan dengan kiper lawan.

3. Masalah Disiplin & Pertahanan: Kesalahan individu di momen krusial (pelanggaran penalti) dan mudah terobos saat serangan balik menjadi penyakit utama yang belum tuntas diperbaiki.

Dampak Klasemen

Hasil ini mengantar Arema naik ke posisi ke-10 klasemen sementara dengan raihan 42 poin. Sementara itu, PSM Makassar tetap tertahan di posisi ke-13 dengan 34 poin dari 32 laga, posisi yang masih sangat rawan dan dekat dengan zona degradasi.

Kemenangan 3-0 ini sangat pantas diraih Arema FC. Mereka tampil lebih matang, lebih berbahaya, dan lebih disiplin dibandingkan lawan. Meskipun ada keputusan kontroversial yang mengganggu jalannya laga, kualitas permainan yang ditampilkan Singo Edan jauh lebih unggul dan menjadi penentu kemenangan.

Bagi Arema, hasil ini menjadi penutup yang manis di kandang sendiri dan modal besar untuk melaju ke sisa pertandingan terakhir musim ini. Sedangkan bagi PSM Makassar, kekalahan ini menjadi teguran keras; tim harus segera bangkit, memperbaiki pertahanan dan ketajaman, jika ingin tetap bertahan di kasta tertiinggi Liga Indonesia.

*Susunan Pemain*

Arema FC (4-3-3)
Kiper: Lucas Frigeri
Bek: Rio Fahmi, Hansamu Yama, Julian Guevara, Johan Alfarizi
Gelandang: Betinho Filho, Matheus Blade, Arkhan Fikri
Penyerang: Gabriel Silva, Joel Vinicius, Dalberto
Pelatih: Marcos Santos

PSM Makassar (4-3-3)
Kiper: Hilmansyah
Bek: Mufli Hidayat, Aloisio Neto, Dusan Lagator, Yuran Fernandes
Gelandang: Arfan, Akbar Tanjung, Savio Roberto
Penyerang: Victor Dethan, Rizky Eka, Alex Tanque
Pelatih: Ahmad Amiruddin.*Imam Kusnin Ahmad*