Kisruh Parkir. Warga Surabaya Minta Gratis Parkir

Surabaya-Persoalan Sosialisasi parkir digital yang digelar Dishub Surabaya belum mulus  Pasalnta ada kericuhan di Mayar Kertoarjo Surabaya. Karena petugas Dishub dan para juru parkir (jukir) bertengkar.

Hal itu  berawal saat petugas gabungan dari Dishub dan polisi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Jalan Manyar Kertoarjo sejak pagi hingga siang. Melakukan sosialisasi terhadap jukir agar mengurus aktivasi rekening untuk program parkir digital.

Namun, sejumlah jukir menolak dengan alasan sistem bagi hasil 60 persen untuk pemkot dan 40 persen untuk jukir tak adil. Alhasil, saling kejar dan dorong petugas dan jukir pun tak terhindarkan.

Ketum Paguyuban Jukir Surabaya (PJS) Izul Fikri menjelaskan, sebelum melakukan sosialisasi, pihaknya merasa tidak ada komunikasi. Lalu tiba-tiba petugas gabungan datang ke Manyar Kertoarjo membuat jukir di sana kebingungan.

“Bagi hasil 60 persen (untuk jukir), 40 persen (untuk pemkot) itu kecil. Kami di lapangan punya tanggung jawab besar. Kalau motor hilang, kami yang tanggung jawab,” kata Izul kepada wartawan di lokasi, Selasa (7/4/2026).

Namun, pada penegakan, Dishub Surabaya telah menghentikan ratusan jukir yang tidak mendukung parkir digital dan akan mengganti yang baru. Menurut Izul, urusan mengganti jukir tidak mudah dan dapat menimbulkan gesekan.

“Kalau ada jukir yang tidak mau tanda tangan nanti diganti. Tidak semudah itu. Juru parkir ini mendapatkan lokasi parkir, titik parkir tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tahu-tahu ada pengganti, ini bahaya gitu. Jangan sampai ada gesekan sosial,” tegasnya.

“Kalau cuma (aktivasi) rekening, kan itu tempat menyimpan uang. Siapa sih yang enggak mau? Ya, mau saja lah. Itu. Kita itu bukan menolak digitalisasinya, yang kita tolak bagi hasilnya,” pungkasnya.

Sementara warga warga Surabaya meminta Parkir Bebas. Biar aman dan nyaman tidak ada keributan. Percuma bayar parkir. Tapi bikin resah masyarakat.

MM