Kemenag Blitar Matangkan Persiapan Rukyatul Hilal, Siapkan Dua Titik Pantau untuk Awal Ramadan 2026.

BLITAR–Menyambut kedatangan Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar mulai menggiatkan persiapan pelaksanaan rukyatul hilal. Kegiatan pemantauan anak bulan ini direncanakan digelar pada Selasa, 17 Februari 2026.

Setelah melakukan survei di sejumlah lokasi, pihak Kemenag kini mengerucut pada dua titik potensial yang dinilai memenuhi syarat teknis, namun keputusan final mengenai lokasi pelaksanaan masih dalam tahap pembahasan.

Proses pemilihan lokasi menjadi tahapan krusial dalam persiapan rukyatul hilal tahun ini. Kasi Penyelenggara Syariah Kemenag Kabupaten Blitar, Mun’im Sufufi, menjelaskan bahwa tim sebelumnya telah melakukan survei di tiga lokasi berbeda untuk menentukan titik pantau yang ideal. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Bukit Banjarsari di Kecamatan Wonotirto, gedung lantai tujuh RSUD Ngudi Waluyo di Kecamatan Wlingi, serta Pantai Pudak.

“Dari hasil survei, Pantai Pudak dinilai kurang memungkinkan untuk pelaksanaan rukyatul hilal. Sementara RSUD Ngudi Waluyo masih memenuhi syarat, dan Bukit Banjarsari sudah rutin digunakan setiap tahun,” ungkap Mun’im pada Selasa (10/2/2026).

Meskipun telah menyaring dua lokasi yang layak, Kemenag Kabupaten Blitar belum menetapkan keputusan final apakah kegiatan akan dilaksanakan di satu tempat atau di kedua lokasi sekaligus.
Saat ini, opsi pelaksanaan di dua tempat secara bersamaan masih didalami, dengan skema pembagian tim pemantau agar data yang diperoleh bisa lebih komprehensif.

“Kemungkinan besar bisa dilakukan di dua tempat, masing-masing tim di Bukit Banjarsari dan RSUD Ngudi Waluyo. Saat ini masih dalam tahap pembahasan,” jelasnya.

Rukyatul hilal memiliki peran yang sangat vital dalam kalender Islam, khususnya untuk menentukan awal bulan Ramadan. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh tim di daerah, termasuk di Kabupaten Blitar, nantinya akan dilaporkan secara resmi ke Kementerian Agama Republik Indonesia.

Data tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam Sidang Isbat yang akan memutuskan penetapan awal Bulan Suci Ramadan 2026 secara nasional. Persiapan yang matang dalam pelaksanaan rukyatul hilal ini menunjukkan komitmen Kemenag Kabupaten Blitar dalam memberikan data akurat untuk penentuan awal Ramadan.

Dengan adanya dua opsi lokasi yang strategis, diharapkan proses pemantauan nantinya dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang valid. Masyarakat pun diharapkan dapat menantikan keputusan resmi dari pemerintah pusat melalui sidang isbat nantinya, sebagai bentuk kesatuan umat dalam menyambut bulan penuh berkah.

Semoga seluruh tahapan persiapan dan pelaksanaan rukyatul hilal berjalan dengan baik, sehingga umat Islam di Blitar maupun di seluruh Indonesia dapat menyambut Ramadan dengan penuh khusyuk dan kebersamaan.*Imam Kusnin Ahmad*