بسم الله *Berdamailah Diantara Kalian*

 

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Umumnya orang tua berwasiat kepada putra-putrinya ketika mau meninggal utamanya adalah “SING RUKUN YA”. Selebihnya teruskan perjuangane wong tuwo melu cengkehane poro kyai sing melbu kelompok pewaris Nabi Muhamnad SAW.

QS. Al-Hujurat: 10 telah jelas dan gamblang perintah Allah SWT untuk berdamai ketika ada keretakan persaudaraan. Persisnya perintah damai tersebut adalah:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”

Ayat ini memerintahkan umat Islam untuk mendamaikan perselisihan antara sesama mukmin dan menjaga ukhuwah (persaudaraan) di antara mereka (AI, 2026). Apabila sudah ada indikasi persaudaraan berbasis agama menguat, maka bisa ditularkan pada lingkaran persaudaraan yang berbasis bangsa dan bahkan kemanusiaan.

Pada akhirnya insyaAllah bisa terwujud persaudaraan dan perdamaian berbasis kemanusiaan yakni sesama manusia, diimpikan sebagai perdamaian global. Perjuangan membangun perdamaian global yang telah diupayakan ulama-ulama kita alhamdulillah sudah terasa direspon baik oleh negara-negara lain. Dengan bekal “semboyan” Islam Rahmatan Lil’alamin, terasa direspon baik pihak non-muslim dengan indikasi global melonjaknya muallaf di Eropa, Amerika, dll.

Terlepas banyaknya muallaf itu hasil dakwahnya siapa, yang penting kita sebagai bagian muslim dunia jelas ikut berperan menampilkan sikap yang santun toleran dsb yang merupakan daya tarik. Mari kita tingkatkan peran kita sebagai manusia yang berakhlaq mulya termasuk santun dan toleran.

Apabila ada perselisian diantara kita, maka mari kita damaikan. Damai dalam diri kita antara kebutuhan dan keinginan, dalam keluarga antara anggota keluarga, dalam komunitas di luar rumah antar komunitas-komunitas tersebut, dan seterusnya sampai antara bangsa sehingga tercapai perdamaian dunia. Kita selamatkan dari siksa yang pedih sebaliknya untuk mendapatkan rahmat Allah SWT. Semoga bisa demikian aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.

Surabaya,
09 Sya’ban 1447
atau
28 Januari 2026
m.mustain