
Surabaya, 29 November 2025 — Seminar Nasional COSMIC Ke-4 Kedokteran Komunitas, hasil kolaborasi Insan Medika Training Center dan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK-UWKS), kembali menghadirkan diskusi ilmiah besar dengan tema “Digital Era Dilemma: Mental Health Implication.” Acara ini membahas berbagai isu penting terkait dampak era digital terhadap kesehatan mental tenaga kesehatan, mahasiswa kedokteran, dan masyarakat umum.
Kegiatan dibuka dengan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai institusi pendidikan dan layanan kesehatan di Indonesia. Seminar ini menjadi ruang refleksi bagi tenaga medis dan akademisi untuk memahami tekanan psikologis yang muncul akibat perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup di era digital.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Timur, Dr. dr. Sutrisno, Sp.OG(K). Ia menegaskan bahwa digitalisasi merupakan bagian tak terpisahkan dari masa depan dunia kedokteran. Menurutnya, teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), big data, dan telemedisin mengubah cara dokter bekerja dan memberikan pelayanan. Namun, perubahan tersebut menuntut kesiapan yang kuat dari sisi etika digital, keamanan data medis, dan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengadaptasi teknologi baru. “Era digital menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan besar. AI meningkatkan mutu layanan kesehatan, tetapi harus digunakan dengan bijak dan tetap berlandaskan nilai-nilai profesi,” tegasnya.
Sambutan berikutnya diberikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Dr. dr. Harry Kurniawan Gondo, Sp.OG (K.FM)., SH., M.Hum, yang menyoroti secara khusus pentingnya memerhatikan kesehatan psikologis tenaga kesehatan di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, percepatan digitalisasi dan tuntutan sistem kerja baru dapat memicu tekanan emosional dan stres kerja pada dokter dan mahasiswa. “Transformasi digital bukan hanya menuntut kemampuan teknologi, tetapi juga kesiapan mental dan emosional. Tenaga kesehatan harus memiliki ketahanan psikologis yang baik untuk tetap memberikan pelayanan yang empatik dan profesional,” ujarnya.
Dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Prof. Dr. Ir. Rr. Nugrahini Susantinah Wisnujati, M.Si., yang menekankan pentingnya edukasi dan kesadaran preventif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Menurut beliau, teknologi digital dapat menjadi sarana edukasi yang efektif, namun gaya hidup sehat tetap menjadi pondasi utama dalam pencegahan penyakit. Dengan penuh apresiasi kepada seluruh panitia dan narasumber, beliau secara resmi membuka Seminar Nasional COSMIC Ke-4.
Pada sesi inti, empat narasumber menyampaikan materi ilmiah berdasarkan poster resmi seminar. Tema yang dibawakan memperkuat pemahaman mengenai kompleksitas kesehatan mental digital dan strategi untuk menghadapinya. Narasumber tersebut meliputi:
• Associate Professor Dr. Nur Faizah Ali (UiTM Malaysia) — “The Rising Concern of Mental Health in the Digital Age: Facts, Fears, and Future Directions.”
• dr. Harsono Wiradinata, Sp.KJ (FK-UWKS) — “How Digital Lives Affect Medical Workers and Student Mental Health in the Digital Era?”
• dr. Santi Yuliani, Sp.KJ (UGM) — “Strategies for Balancing Technology and Mental Health.”
• Nadia Attuwy, M.Psi (Family Mindspace) — “Digital Mental Health Services.”

Dalam keterangannya, Ketua Pelaksana COSMIC Ke-4, Dr. Pratika Yuhyi, M.Sc., Ph.D menyampaikan bahwa seminar ini dirancang sebagai forum ilmiah yang memfasilitasi dialog antara akademisi dan praktisi kesehatan mengenai tantangan era digital, terutama yang berdampak pada kesehatan mental. “Kami berterima kasih kepada seluruh narasumber dan panitia. Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan manfaat luas dan menjadi bagian dari upaya penguatan literasi kesehatan mental di Indonesia,” ujar Dr. Pratika.
Selain seminar, Fakultas Kedokteran UWKS juga mengumumkan dibukanya Call For Papers sebagai bagian dari rangkaian COSMIC Ke-4. Berdasarkan informasi resmi, karya ilmiah dapat dikirimkan dalam lima subtopik utama, yaitu: Infeksi, Penyakit Degeneratif, Genetik & Keganasan, Tumbuh Kembang, dan Kesehatan Masyarakat.

Call For Papers ini diharapkan menjadi wadah kontribusi akademisi, mahasiswa, dan praktisi kesehatan dalam pengembangan publikasi ilmiah.
Acara COSMIC Ke-4 ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Peserta mengajukan pertanyaan mengenai keamanan data digital, stres akibat paparan teknologi, perubahan perilaku digital, hingga peluang layanan kesehatan mental berbasis teknologi. Webinar ini menjadi momentum penting bagi FK-UWKS untuk memperkuat literasi kesehatan mental dan menyiapkan tenaga kesehatan menghadapi transformasi digital di masa depan.(SDS)
