
Surabaya, 29 November 2025 — Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) kembali menggelar Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) sebagai agenda strategis penguatan kapasitas organisasi dan kepemimpinan mahasiswa. Acara yang dihadiri jajaran pimpinan fakultas, organisasi mahasiswa, dan seluruh peserta dari berbagai angkatan ini menjadi momentum penting dalam membentuk karakter calon dokter yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral, emosional, dan manajerial.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kedokteran UWKS, Dr. Harry Kurniawan Gondo, menegaskan bahwa mahasiswa kedokteran dituntut memiliki lebih dari sekadar kemampuan klinis. Ia menekankan bahwa seorang dokter masa depan harus dibentuk melalui fondasi soft skill, attitude, dan kemampuan manajerial. “Kita memimpin dengan jiwa, bergerak dengan makna, dan memperkuat soft skill serta attitude sebagai dasar seorang calon dokter. Ilmu kedokteran itu penting, tetapi integritas dan karakter jauh lebih menentukan bagaimana Anda memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Dr. Harry.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa LKMM bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan ruang pembelajaran yang menyeluruh untuk mencetak pemimpin kesehatan yang mampu bekerja dalam tim, mengambil keputusan tepat, dan menjunjung tinggi etika profesi. Dr. Harry juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan momen LKMM untuk membuka wawasan, bertukar pandangan, dan melatih kemampuan komunikasi interpersonal. “Dalam dunia medis, kalian tidak pernah bekerja sendiri. LKMM adalah miniatur kehidupan organisasi yang akan kalian jumpai saat bertugas nanti,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia LKMM, M. Rizky, dalam laporannya memaparkan bahwa kegiatan tahun ini dirancang secara lebih aplikatif. Peserta dilatih memahami dinamika organisasi, penyusunan program kerja, teknik komunikasi efektif, manajemen konflik, hingga simulasi pengambilan keputusan. Menurutnya, kemampuan tersebut sangat relevan untuk menghadapi tantangan organisasi mahasiswa maupun kehidupan profesional di dunia kesehatan. “Kami ingin LKMM menjadi tempat latihan bagi calon pemimpin. Tidak hanya memimpin secara struktural, tetapi juga memimpin diri sendiri, mengatur waktu, menjaga etika, dan berkolaborasi,” kata Rizky.
Dari sisi organisasi legislatif mahasiswa, acara ini turut dihadiri Ketua DPM FK UWKS yang diwakili oleh Wahyu. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya sinergi antarorganisasi mahasiswa untuk menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan suportif. Ia juga mendorong peserta agar berani menyampaikan gagasan, berpartisipasi aktif, serta memiliki keberanian mengambil peran dalam kegiatan kemahasiswaan. “Kepemimpinan itu bukan tentang posisi. Kepemimpinan adalah keberanian memulai dan bertanggung jawab atas pilihan yang kita ambil,” ucapnya dalam sesi sambutan.
Di sisi lain, Presiden Mahasiswa UWKS, Sdr. Nuhan, yang turut hadir memberikan arahan, menyoroti pentingnya memaksimalkan setiap kesempatan yang dimiliki mahasiswa. Ia menyebut bahwa menjadi mahasiswa adalah privilege yang tidak dimiliki semua orang. Karena itu, ia mengajak peserta untuk menggunakan privilege tersebut sebaik mungkin untuk berkembang, berkarya, dan berkontribusi. “Kalian adalah mahasiswa, dan itu sebuah kehormatan. Gunakan privilege ini untuk meningkatkan kemampuan, menjaga integritas, dan mengambil peran nyata di masyarakat,” tegasnya.
Nuhan juga menggugah peserta agar melihat LKMM sebagai starting point perjalanan panjang mereka sebagai calon tenaga kesehatan yang akan memikul tanggung jawab besar. Menurutnya, karakter kuat, disiplin, dan kemampuan mengorganisasi diri akan menjadi modal utama ketika mahasiswa memasuki dunia kerja yang penuh tekanan.
Selama berlangsungnya kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi yang disampaikan oleh narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi. Pendekatan pembelajaran dikemas melalui diskusi kelompok, simulasi kasus, hingga dinamika kelompok untuk membangun kerjasama dan ketangguhan mental.
Kegiatan LKMM FK UWKS tahun ini berjalan dinamis dan penuh antusiasme. Peserta terlihat aktif bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan ide dalam berbagai sesi. Panitia berharap pembekalan ini mampu memperkuat karakter mahasiswa sebagai calon dokter yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin, berempati, dan bersikap profesional.
LKMM menjadi bukti komitmen Fakultas Kedokteran UWKS untuk terus melahirkan lulusan yang unggul secara intelektual dan berkarakter kuat. Melalui kegiatan seperti ini, fakultas menegaskan bahwa pendidikan kedokteran bukan hanya menyiapkan mahasiswa menjadi tenaga medis, tetapi juga pemimpin yang mampu mengabdi kepada masyarakat dengan hati, ilmu, dan integritas. (SDS)
