Alam MURKA.!!

Catatan Jeffry Manohutu Metafisika Tehebat di Surabaya.

Alam sudah muak dengan keadaan” adalah ekspresi kuat yang mencerminkan keprihatinan mendalam tentang dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan.

Meskipun alam tidak secara harfiah memiliki emosi “muak,” frasa ini secara efektif menggambarkan serangkaian krisis ekologis yang mendesak, seperti perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Ada banyak cara alam menunjukkan adanya tekanan dan perubahan signifikan:
Peningkatan Cuaca Ekstrem: Frekuensi dan intensitas gelombang panas, kekeringan, banjir, dan badai meningkat di seluruh dunia, menyebabkan kerugian besar bagi manusia dan ekosistem

Kenaikan Muka Air Laut: Es di kutub mencair dengan cepat, menyebabkan permukaan laut naik dan mengancam komunitas pesisir serta habitat laut
Polusi Skala Global: Lautan dipenuhi plastik, dan udara serta tanah terkontaminasi bahan kimia beracun, memengaruhi kesehatan semua makhluk hidup.

Kepunahan Massal: Spesies tumbuhan dan hewan menghilang pada tingkat yang jauh lebih cepat daripada tingkat alami, mengganggu keseimbangan ekosistem vital .peperangan dimana-mana.

Juga Dimana-mana terjadi bencana alam ,ditambah kekacauan dunia masalah ekonomi juga perilaku manusia sudah mulai beringas dimana nilai-nilai etika moral sudah perlahan mulai terkikis.

Para generasi muda yang konon sebagai aset sebuah bangsa kini juga sudah kalang kabut carut marut, para tokoh agama saling berebut kekuasaan lupa jati dirinya,yang seharusnya menjadi teladan bagi umat malah membuat umat bingung.dari sini kita semakin jelas melihat seperti apa yang sudah tertulis dalam kitab suci tanda akhir jaman sudah didepan mata.

Maka jalan terbaik adalah tidak ikut terseret arus modernisasi yang brutal.back to nature adalah lebih baik menjalin hubungan harmonis kembali dengan Tuhan dan alam semesta ini…
(Jef)