Tarik Menarik Mengunakan Nama Yayasan Nurul Ikhlas Surabaya atau Diganti Yayasan Musholla Al Ikhlas

 

Yayasan Nurul Ikhlas Surabaya menggelar Rapat di Musholla Al Ikhlas Jl. Jemurwonosari Gang Lebar 84 Surabaya Minggu, 25 November 2025. Apa yang dibahas. Berikut ini laporan Pemred menaramadinah.com :

Rapat Yang digelar Yayasan  Nurul Ikhlas Surabaya pada Minggu, 25 November 2025 kemarin di Musholla Al Ikhlas cukup menarik untuk diperhatikan dan disimak.

Pasalnya pihak RT03 ada yang mempertanyakan nama Yayasan Nurul Ikhlas Surabaya. Dimana Mas Doni salah seorang pengurus RT 03/Rw09 mengusulkan alangkah baiknya nama Yayasan itu di ganti dengan Nama Yayasan Musholla Al Ikhlas. Sehingga jika cari sponsor itu mudah. Karena nama berkaitan dengan musholla dengan Yayasan.

“Juga bila pasang benner namanya sama saat mengadakan pengajian di jalan. Tertulis namanya sama Musholla Al Ikhlas,”ungkapnya.

Sedangkan Mas Mamat Ketua RT03/Rw09  Jemurwonosari Wonocolo Surabaya menilai nama Yayasan seperti nama Istri Abah Mustofa Huda. Bila perlu dibuat Yayasan lagi atau mengganti nama sesuai nama Musholla Al Ikhlas.

“Selain itu saat membuat Yayasan dulu kenapa tidak melibatkan Ketua Rt03. Yang waktu itu ketuanya Yanto dan saya sendiri selaku sekretarisnya,”ujar Mas Mamat yang selalu perhatian dengan keberadaan Yayasan.

Sementara Mas Isa sekretaris Rt03/Rw09 menyatakan perlu atau tidak musholla ini punya Yayasan. Perlunya ada kesepakatan.

Hal tersebut dijawab oleh Abah Masduki mengatakan, memang perlu adanya Yayasan. Karena berkaitan dengan sertifikat hibah musholla.

Kemudian Abah Mustofa Huda menanggapi Mamat Ketua Rt03 mengatakan, tidak benar jika nama Yayasan itu sama dengan nama istri saya. Itu nama sesuai yang didaftarkan di notaris 9 tahun lalu. Tidak ada kepemilikan pribadi. Sebenarnya tidak ada masalah namanya tidak sama.

Selanjutnya Abah Mustofa menyatakan, akan mengurus kembali keberadaan Yayasan. Tapi tidak merubah nama Yayasan. Karena akan mengeluarkan biaya.

“Soal tidak memasukkan nama Ketua Rt03/Rw09 ke Yayasan Nurul Ikhlas Surabaya. Karena tidak diminta oleh Notaris waktu itu,” jelas Abah Mustofa Huda dengan tangan menghadapi berbagai pertanyaan tentang keberadaan Yayasan,”tambahnya.

Hingga akhir sesi rapat bahwa Yayasan Nurul Ikhlas Surabaya namanya tetap. Meskipun ada usulan namanya hanya sama dengan musholla. Sambil menanyakan ke Abah Sumali. Karena dianggap lebih tahu dan sering ke Kantor Urusan Agama (KUA) Jamurwonosari Wonocolo Surabaya.