
Kediri-MenaraMadinah. Com Sabtu Legi, 15 November 2025 Contoh Aksara Jawa Kuadrat/Tumpuk yang indah atau kaligrafi dari prasasti Lucem, Kabupaten Kediri menjadi contoh model kaligrafi yang akan dipadukan denga kaligrafi Aksara Arab, pada Lukisan Cekakik ‘Gus Iqdam’ yang diajarkan kepada Santri Ponpes Bahrul Ulum Klampisan Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri.

Para Santri tersebut juga sebagai murid-murid SMP Islam Plus Al-Hikam yang memiliki minat untuk memilih ekstrakurikuler Lukisan Cekakik, siang ini mendapatkan latihan membuat tulisan aksara Jawa Kuno, Kata-kata yang akan di tulis adalah: Gus Iqdam”Dekengane Pusat “.
Setelah do’a fatihah kepada Romo KH. Burhanuddin, sebagai Pendiri pondok Bahrul Ulum dan KH. Mahmudin, sebagai inspirator Lukisan Cekakik, serta KH. Agus Muhammad Iqdam, yang akan di jadikan tema pameran Lukisan Cekakik tahun 2026 nanti, Anak-anak mendapatkan penjelasan tentang tulisan aksara Jawa Kuadrat/Tumpuk.
“Anak-anak, hari ini yang akan kita pelajari ada tentang bagaimana menulis aksara Jawa Kuni kuadrat atau Tumpuk, contoh aksara itu ada di sebuah prasasti”: kata Pak Habib mengawali keterangan nya. Anak-anak, mendengarkan penjelasan tersebut dengan tenang dan penuh perhatian, oleh sebab mereka tertarik dan suara Pak Habib tidak keras dan kuat kayak soud horeg.
Pak Habib, dengan gayanya yang santui juga menjelaskan apa isi prasasti Lucem (Poh Sarang) tersebut. Prasasti ini berisi perintah hukum pada tahun 934 Saka (1012 Masehi) tentang perbaikan jalan yang dilakukan oleh Samgat Lucem pu Ghek dan penanaman pohon beringin oleh Sang Apanji Tepet.
“Anak-anak, dari prasasti ini kita dapat belajar bahwa para leluhur kita yang menjadi penguasa sangat memperdulikan kesejahteraan rakyat dengan menyediakan keteduhan disepanjang jalan, dan juga menjadi bukti konsep kebhinekaan karena penanaman pohon beringin (simol keabadian) dan pohon bhodi (simbol keragaman Bhudda) dilakukan bersamaan”: jelas Pak Habib.
Berikutnya anak-anak mendapatkan satu lembar kertas berisi tulisan: Gus Iqdam “Dekengane Pusat” dalam tulisan Jawa Kuno.
Sementara itu ada empat lembar kertas yang berisi foto prasasti Lucem di tempelkan didinding, sehingga anak-anak bisa melihat dengan jelas secara bergerombol.
Anak-anak, selain mendapatkan kertas foto kopian tulisan aksara Jawa Kuno tersebut juga kertas hasil hamba nya Gus Iqdam, minggu yang lalu, tugas yang harus dikerjakan oleh mereka adalah menulis di gambar masing-masing: Gus Iqdam “Dekengane Pusat” , model aksara nya persis yang ada dalam contoh dari prasasti Lucem.
Pameran Lukisan Cekakik tahun 2026 nanti adalah juga menggabungkan figur utama foto Gus Iqdam, serta Kaligrafi Aksara Arab Pegon dan Aksara Jawa Kuno Kuadrat, anak-anak menyambut nya tengan tepuk tangan meriah.
Semangat ini harus terus di jaga dipupuk hingga sampai akhirnya : PAMERAN bisa terwujud dan terlaksana, tulisan ini termasuk sebagai salah satu pupuk untuk menyemangati mereka.
Nur Habib, mengabarkan.
