
Kediri-Menaramadinah. Com Kamis Pahing 28 Agustus 2025 Ada nasehat dari leluhur kepada generasi kita bahwa untuk ‘Memulai sebuah usaha’ itu dengan apa yang kita mampu dalam suatu bidang usaha melalui: apa yang kita miliki, teras/emper rumah, atau bagian rumah mana saja yang bisa digunakan untuk sarana berusaha, tidak harus menunggu tempat yang baik dan edial, nanti sedikit-demi sedikit dilengkapi dan disempurnakan, istilah keren nya sekarang disebut ‘Usaha Rumahan’. Apapun jenis usahanya bisa dimulai dari rumah kita.
Inilah Nur Hayati, Anggota KPM PKH dari Kelompok Seroja 2 Dusun Sidodadi Desa Damarwulan Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Jawa Timur, mendapatkan Bansos PKH dan Sembako/BPNT sejak tahun 2020, memiliki komponen Kesehatan (anak balita), tahun 2023 sempat hamil lagi namun lahir prematur dan akhirnya meninggal dunia dan komponen Pendidikan (SLTA), dari kedua anaknya yang masih hidup ini Nur Hayati, yang memiliki tahi lalat diatas bibiryang mungil menambah sedap dipandang serta memiliki suara yang lembut, suka menolong dan ramah-tamah.
Mbak Nur, demikian panggilan aehari-harinya memulai usahanya dengan berjualan makanan ringan atau jajan anak-anak di teras rumah, sejak tahun 2021 bermodal kan uang Rp 200.000,- rupiah modal tersebut hasil dari pemberian suaminya.
Alhamdulillah, anak pertama nya sudah kuliah dan juga mendapatkan KIP-Kuliah, sedang anak perempuan nya masih pra sekolah.
Nur Hayati berharap agar usahanya lebih maju lagi dan bisa membantu untuk kebutuhan sehari-hari.
Agar usahanya tambah berkembang dan maju Mbak Nur membutuhkan antara lain; etalase, rak untuk jajanan rentengan, kompor gas, dan tambahan permodalan.
Mbak Nur merkata: “Dengan usaha kecil-kecilan ini ternyata juga bisa membantu menambah kebutuhan”.
Untuk bisa mempertahankan sebuah usaha dibutuhkan kehati-hatian dalam mengelola keuangan, dan untuk mengembangkan usaha nya Mbak Nur ternyata juga rajin menabung.
Dari cerita pengalaman memulai usaha yang dituturkan oleh Nur Hayati ini setidaknya ada beberapa hal yang sangat menarik yaitu: Pertama, memulai usaha dimulai dari sarana yang ada yang dimiliki dalam hal ini teras rumah sebagai sarana berjalan artinya tidak membangun tempat khusus, Kedua, modal uang tidak harus besar (waktu itu hanya 200 ribu), Ketiga, Hati-hati dalam mengelola ‘keuangan’ usaha dan Keempat: menabung atinya sekecil apapun atau seberapa pun, setiap hari menyisihkan uang dari hasil usahanya harus ada yang disisihkan untuk tabungan. Sebelum bisa mengelola uang besar harus berlajar dulu mengelola uang kecil. Sampai saat ini Mbak Nur, belum pernah untuk melakukan pinjaman dalam mengembangkan usahanya.
Semoga kedepan usaha yang bermula dari teras rumah ini bisa berkembang lagi lebih maju misalnya punya tempat yang khusus dan representatif di depan rumah.
Nur Habib, mengabarkan.
