
Sidoarjo-menaramadinah.com-Agak berbeda anjangsana di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo. Jika di PCNU lebih formal, di PDM justru dikemas lebih santai. Tidak jarang diwarnai ‘ger-geran’. Pasalnya, banyak di antara pengurus PDM berlatar keluarga NU. Di momen ini lebih menjadi ajang curhat curpat dan boleh dikatakan bertemunya adik dengan kakak yang lama tidak bertemu. Pasalnya, mayoritas pengurus MUI adalah pengurus NU meski sejatinya sebagian ada yang representasi Kemenag, bukan mewakili NU.
Prof. Dzoul Milal Ketua mewakili PDM berterima kasih atas kunjungan DP MUI Sidoarjo. Dia berharap komunikasi terus dirajut. Diawali penjelasan tentang kondisi persyarikatan Muhammadiyah Sidoarjo dengan lembaga dan amal usaha yang dimiliki. Dalam kesempatan itu, diserahkan buku kumpulan Tarjih Muhammadiyah kepada MUI Sidoarjo.
Sementara itu, Ketua DP MUI Sidoarjo KH. Ahmad Muhammad menegaskan pentingnya Silaturrahim. Melalui kerjasama masalah akan bisa diselesai. Silaturrahim ini menurutnya misi rasul.
Masalah akidah memang harus tegas, tapi masalah kemanusiaan harus didialogkan. “MUI rumah bersama, menjadi wadah umat Islam. Karena itu mari kita rawat bersama demi izzul Islam wal muslimin”, pungkasnya.
Husnu Mufid
