IDI Sidoarjo Gelar Muscab dan Seminar Ilmiah, dr Nugroho Kembali Pimpin Periode 2025–2028

Sidoarjo – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sidoarjo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) sekaligus Seminar Ilmiah ber-SKP Kementerian Kesehatan di Aula Mahameru Graha IDI Cabang Sidoarjo, Jalan Cendekia, Minggu (3/8). Kegiatan ini diikuti secara luring oleh anggota IDI Sidoarjo, serta dihadiri jajaran pejabat dan perwakilan organisasi profesi kesehatan di Kabupaten Sidoarjo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo hadir langsung dalam kegiatan tersebut, bersama perwakilan organisasi profesi kesehatan lintas bidang. Dari IDI Wilayah Jawa Timur hadir tiga peninjau, masing-masing Sekretaris dr Nurhadji, Wakil Sekretaris dr Andrianto, dan Ketua Bidang Organisasi dr Mokh Rofiq H. Kehadiran mereka menjadi saksi sekaligus pengawal jalannya Muscab agar tetap sesuai aturan organisasi.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan dr Laksmi menekankan bahwa Muscab kali ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momen evaluasi dan penyusunan strategi untuk memperkuat peran IDI di masa mendatang. “IDI harus terus menjadi mitra pemerintah dalam membangun kesehatan masyarakat Sidoarjo. Terima kasih kepada seluruh anggota atas dedikasi dan perannya, mulai dari pemberantasan stunting, penanggulangan tuberkulosis, program KB, pengabdian masyarakat, hingga berbagai kolaborasi lainnya,” ujarnya.

Rangkaian Muscab dimulai dengan pembahasan tata tertib, pengecekan kuorum, penetapan presidium sidang, hingga pembacaan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus IDI Cabang Sidoarjo periode 2022–2025. LPJ yang dibacakan langsung oleh Ketua IDI Sidoarjo, dr Nugroho Eko Wirawan Budianto, SH, MSi itu mendapat apresiasi dari peserta dan diterima tanpa catatan.

Proses sidang berjalan tertib, mengacu pada Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Ortala IDI. Presidium dan peninjau dari IDI Wilayah menegaskan bahwa setiap hal di luar aturan tidak akan ditolerir. Disiplin organisasi menjadi kunci agar hasil Muscab memiliki legitimasi penuh.

Puncak acara adalah penetapan kembali dr Nugroho Eko Wirawan Budianto sebagai Ketua IDI Cabang Sidoarjo untuk periode 2025–2028. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya itu kembali dipercaya memimpin setelah dinilai sukses membawa organisasi tetap solid dan berperan aktif di tengah dinamika pelayanan kesehatan daerah.

Selain itu, Muscab juga menetapkan dr Eddy Santoso, SSi, MM sebagai Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Cabang Sidoarjo. MKEK menjadi garda penjaga etika profesi dokter, sehingga keberadaannya sangat krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tenaga medis.

Usai Muscab, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Ilmiah yang diikuti para dokter peserta. Seminar ini memberikan materi terkini terkait pelayanan kesehatan dan perkembangan ilmu kedokteran, sekaligus menjadi ajang menambah angka kredit SKP Kemenkes bagi peserta.

Menurut dr Nugroho Ketua IDI, kepengurusan baru akan tetap fokus pada sinergi bersama pemerintah daerah, terutama dalam program-program kesehatan prioritas. “Kami akan memperkuat peran IDI dalam pencegahan penyakit menular maupun tidak menular, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperluas pengabdian kepada masyarakat. Tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga kolaborasi adalah kunci,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam kesempatan tersebut juga mengajak IDI untuk terus aktif memberikan masukan kebijakan dan terlibat dalam program daerah. “Kita menghadapi persoalan stunting, TBC, dan penyakit degeneratif yang memerlukan dukungan semua pihak. IDI punya kapasitas dan jaringan yang luar biasa untuk membantu percepatan pencapaian target kesehatan daerah,” ujarnya.

Dengan berakhirnya Muscab ini, IDI Sidoarjo memasuki periode kepemimpinan baru yang diharapkan lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Di tengah tantangan kesehatan global dan nasional, keberadaan IDI sebagai organisasi profesi tidak hanya menjadi wadah bagi para dokter, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mengiringi penutupan acara. Para peserta berharap keputusan yang dihasilkan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat solidaritas di kalangan dokter Sidoarjo. (*Sukma Sahadewa)