Bupati Faida Kunjungi Bayi Yang Ditelantarkan Orang Tuanya, Saat Ini Berusia 18 Hari

 

Jember-menaramadinah.com- Tepatnya Jum,at 13/9/19 Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, mengunjungi bayi laki-laki yang ditelantarkan orang tuanya 18 hari lalu di Ruang Bersalin RSD dr. Soebandi Patrang
Jember.

Bayi yang masih berumur 18 hari itu, bakal dijemput tim UPT PSAB Dinsos Jatim, Senin (16/9) pekan depan.

Kedatangan Bupati Faida, memastikan kesehatan bayi yang dirawat tim medis RSD dr. Soebandi. Bahkan, Direktur RSD dr. Soebandi, dr. Hendro Soelistijono, ikut memastikan kesehatan bayi tersebut.

Bupati Faida tak hanya memberi kado berupa perlengkapan bayi. Sebab saat bertemu sejumlah media, dia juga sempat memberinya nama Fahim.

Kata Bupati Faida, Fahim boleh diartikan Faida Rochim. Namun diluar nama tersebut, Fahim memiliki arti sebagai sosok yang arif dan paham serta peka atas lingkungan di sekitarnya. Faida, menganganggapnya sebagai anaknya sendiri.

Namun kata Bupati Faida, karena Pemkab Jember belum memiliki institusi yang menangani khusus bayi, sehingga pihaknya dengan berat hati merelakan bayi Fahim, dijemput dan dirawat Dinsos Jatim. “Saya berharap orang tua yang mengadopsinya warga Jember sendiri. Sehingga tidak jauh dari tanah kelahirannya,” katanya.

Kedepan, Bupati Faida merancang persiapan institusi perawatan bayi yang ditelantarkan orang tuanya. Terlebih kasus yang demikian, banyak terjadi di Kabupaten Jember.

catatan di lapangan, Bupati sempat mau meneteskan air matanya, saat menggendong bayi. Namun beliau menahan tangis, karena katanya, dia yakin Fahim akan menjadi anak hebat yang kuat. Bahkan dia pun kembali meyakini, anak seperti Fahim tidak menutup kemungkinan menjadi tokoh penerus bangsa.

Pantauan media ini pada saat di lapangan, Bupati datang disambut Direktur RSD. Soebandi dr. Hendro Soelistijono. Bahkan tampak puluhan media cetak dan elektronika telah menunggu kedatangan Bupati sejak 1 jam lalu. ( Bas/Hrl.jurnalisMM.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *