
*Oleh: Drs. Akaha Taufan Aminudin*
SATUPENA JAWA TIMUR , Pada Sabtu, 19 Juli 2025, Villa Puncak Annisa di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, menjadi saksi pelantikan Perjuangan Walisongo Laskar Sabilillah yang dikemas dalam sebuah Tabligh Akbar bertema kajian kebangsaan.
Acara yang sarat makna ini mengajak kita merenungkan kembali apa arti sejati persatuan dan perjuangan dalam bingkai kebangsaan, bagaimana warisan spiritual Walisongo bisa menjadi pijakan kuat mengarungi dinamika zaman modern, serta bagaimana gerakan ini menyuburkan semangat cinta tanah air lewat ukhuwah dan pengabdian nyata. Artikel ini mengulas perjalanan hari penuh inspirasi tersebut dengan sentuhan reflektif dan semangat optimisme.
Mengawali Hari dengan Semangat Baru: Tabligh Akbar yang Menggelora
Seringkali kita berpikir bahwa pelantikan organisasi adalah agenda formal dan monoton. Namun saat tiba di Villa Puncak Annisa, aura lain terasa—seolah semangat masa lalu dan harapan masa depan berdansa bersama dalam antara kebersamaan dan kajian mendalam. Tabligh Akbar bukan hanya sekadar ceramah agama berisi pesan moral, tetapi juga pengalaman jiwa yang mengajak kita menyelami kebangsaan dari sudut pandang spiritual.
Para penceramah, termasuk Ketua Umum PWI LS Laskar Sabilillah Pusat, Dr. Abbas, membawa kita merenung tentang nilai-nilai luhur perjuangan Walisongo, sembilan wali yang membawa Islam ke Nusantara dengan kearifan lokal. Beliau menyampaikan, “Kebangsaan adalah bagaimana kita mampu mengimplementasikan nilai-nilai keadilan, persaudaraan, dan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.” Ini mengingatkan kita bahwa kebangsaan bukan sekadar identitas politik atau geografis, tetapi jiwa solidaritas dan pengorbanan bersama.
Cerita dari Masa Lalu dan Pesan Kekinian
Puncak acara dimeriahkan oleh Haji Raden Oma Irama, sang Raja Dangdut yang bukan hanya mampu menghibur tapi juga mengajak kita menelisik pengalaman hidup penuh hikmah. Di usia 78 tahun, beliau membagikan kisah perjuangannya menghadapi berbagai ajaran sesat yang mengatasnamakan kekerabatan dengan Nabi Muhammad SAW, dan mengungkapkan pentingnya membedakan yang asli dan palsu dalam meniti kehidupan beragama dan berbangsa. Cerita beliau menjadi peringatan sekaligus inspirasi agar kita selalu kritis dan waspada menjaga kemurnian ajaran dan nilai.
Kebangsaan Lebih dari Sekadar Lambang dan Slogan
Acara ini menegaskan bahwa kebangsaan adalah perjalanan spiritual dan sosial yang mendalam. Melengkapi pandangan Dr. Abbas, data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menunjukkan pemahaman kebangsaan yang kuat berkontribusi penting untuk stabilitas sosial dan kemajuan bangsa. Dalam konteks Walisongo Laskar Sabilillah, kebangsaan adalah panggilan menjaga persatuan keberagaman, menegakkan hak serta kewajiban bersama, dan menjaga harmoni di tengah tantangan zaman yang terus berubah.
Menghidupkan Semangat Walisongo dalam Dunia Modern
Walisongo selama ini menjadi simbol perjuangan dan dakwah Islam yang mengedepankan kearifan lokal. Pelantikan Laskar Sabilillah bukan sekadar acara seremonial, tapi penanda nyala api perjuangan itu hendak terus bergelora dalam tindakan nyata. Organisasi ini berdiri teguh sebagai penjaga semangat kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai agama, siap membawa damai dalam perbedaan dan membangun keutuhan bangsa lewat ukhuwah dan pengabdian untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur.
Villa Puncak Annisa: Tempat Berkumpulnya Harapan
Dengan suasana asri dan tenang, Villa Puncak Annisa seolah menjadi taman spiritual tempat benih-benih perubahan disemai. Seluruh peserta—termasuk saya sebagai perwakilan Pengurus DPD PWI LS Kota Batu—merasakan kehangatan dan energi kolektif yang sulit diungkapkan hanya dengan kata-kata. Kesadaran akan pentingnya semangat identitas dan cinta tanah air memenuhi seluruh ruang, membentuk komunitas yang kuat dan berdaya.
Penutup: Momentum untuk Refleksi dan Aksi Berkelanjutan
19 Juli 2025 bukan sekadar tanggal di kalender. Hari itu menjadi titik awal perjalanan baru yang mengajak kita merenung dan meneguhkan kembali hakikat kebangsaan. Saat nilai spiritual bertemu dengan semangat sosial, lahir kekuatan luar biasa yang dapat menyatukan perbedaan dan mendorong perubahan positif.
Panggilan ini bukan hanya untuk anggota Laskar Sabilillah, melainkan bagi kita semua, agar terus menghidupkan semangat kebangsaan dengan sikap damai, bersatu, dan penuh berkah.
Jika Anda merasakan getaran inspirasi dari kisah dan makna acara ini, jangan ragu untuk membagikan artikel ini. Sebarkan semangat perjuangan Walisongo kepada lebih banyak orang, karena kita semua adalah bagian dari perjalanan besar ini.
Salam perjuangan!
Drs. Akaha Taufan Aminudin
DPD PWI LS Kota Batu, Jawa Timur
Himpunan Penulis Pengarang Penyair Nusantara HP3N Kota Batu Wisata Sastra Budaya Satupena Jawa Timur
Minggu, 20 Juli 2025
#SatuPenaJawaTimur
#DPDPWILSKotaBatuWisataJatim
