
Surabaya-menaramadinah.com-Keikutsertaan kontingen Tarung Derajat Kota Surabaya dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur 2025 di Kota Malang bukan sekadar ajang kompetisi. Lebih dari itu, ia menjadi momentum untuk menunjukkan karakter sejati olahraga bela diri khas Indonesia ini: semangat, keberanian, dan kebersamaan.
Dalam suasana penuh rasa syukur, para pengurus, pelatih, official, dan atlet berkumpul bukan hanya untuk merayakan capaian yang diraih, tetapi juga untuk merefleksikan perjuangan panjang yang telah ditempuh bersama. Kebersamaan itu terasa hangat dan menguatkan, menjadi fondasi penting dalam membangun kekompakan menuju pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh para pejuang Tarung Derajat Kota Surabaya. Total sembilan medali dibawa pulang, terdiri dari:
Medali Emas:
• Ahmad Raza Prawira (Kelas 55,1 – 58 kg Putra)
Medali Perak:
• Muhammad Raynaldhil Xaviero (Kelas 58,1 – 61 kg Putra)
• Shoifulloh Hartama Widyadana (Kelas 61,1 – 64 kg Putra)
• Muhammad Raynaldo Zahvieri (Kelas 64,1 – 67 kg Putra)
• Nur Azizah (Kelas 45,1 – 50 kg Putri)
• Ranger 3 Orang Putri:
• Callysta Nareswari Nararya
• Faradiba Syahlanova Anabrita
• Leony Angelica Nenabu
• Getar Campuran 4 Orang:
• Callysta Nareswari Nararya
• Faradiba Syahlanova Anabrita
• Himada Raya Susanto
• Ridho Nugroho
Medali Perunggu:
• Aqila Eka Susanto (Kelas 52,1 – 55 kg Putra)
• Lailiyah Syafaatuzzahra (Kelas 58,1 – 66 kg Putri)
• Himada Raya Susanto (Tunggal Putra)
• Callysta Nareswari Nararya (Tunggal Putri)
Menurut Dr. Sukma, Ketua Umum Tarung Derajat Kota Surabaya, capaian ini merupakan hasil kerja keras dan semangat juang yang luar biasa. Namun, ia menegaskan bahwa hasil ini tidak boleh membuat kita cepat puas. “Capaian medali ini perlu ditingkatkan pada periode berikutnya. Caranya adalah dengan mengoptimalkan latihan fisik dan latihan skill tarung, serta memperkuat peran pelatih dalam pembinaan di masing-masing satuan latihan,” ujarnya.
Dalam forum kebersamaan itu, hadir pula pelatih utama Tarung Derajat Surabaya, Kang Dedi, yang turut memberikan penegasan penting soal arah pembinaan ke depan. “Kita perlu mengoptimalkan lagi sistem pelatihan, sekaligus menyeragamkan kemampuan teknik latihan agar kualitas pembinaan merata di seluruh Kota Surabaya,” tutur Kang Dedi.
Capaian medali memang penting, tetapi lebih penting lagi adalah membangun sistem yang berkelanjutan: dari pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, hingga tata kelola latihan yang terintegrasi. Karena Tarung Derajat bukan hanya tentang menang, tetapi tentang mencetak generasi petarung berkarakter, bermental baja, dan bermoral tinggi.
Semoga semangat ini terus menyala, dan Tarung Derajat Surabaya makin kokoh sebagai kekuatan utama di tingkat provinsi, bahkan nasional. Karena sejatinya, kemenangan sejati adalah ketika seluruh elemen bersatu, berlatih, dan bertumbuh — bersama.
Sadewa
