
Mengapa kolonialis membangun narasi untuk menyesatkan jejak jejak peradaban budaya yg kita miliki???? sehingga Nusantara berkiblat ke INDIA atau Persia???Bahkan hari ini berkiblat pada Barat dan arab ( ROMAWI DAN IBRANI)
Bahkan ada yg ber-narasi seakan akan genetik asal dari manusia Nusantara berasal dari YUNAN THIONGKHOK DAN YAMAN TIMUR TENGAH, …. Sebagai contoh yg terjadi di negeri ini Jawa dan Sunda mengalami ketersesatan budaya spiritual nya yg murni..
Mengapa???? Orientalis demikian…
Yaitu dalam rangka menghegomoni peradaban Asia Tenggara untuk Bisa ditundukkan dalam bentuk *imperalisme* Global karena Asia timur dan Asia tengah telah jatuh kepada kekuatan imperialis kolonialisme barat, sebagai contoh India telah menjadi budak inggris (kolonialisme barat – sekutu) demikian pula THIONGKHOK jatuh dan diperbudak *Perancis* maka untuk mempermudah penguasaan wilayah asia tenggara khususnya Indonesia maka strategi budaya dan sejarah dibangun dengan narasi Hindia Belakang (Nusantara) bahwasanya budaya nya bagian dari budaya agama India. Sehingga sebagai kiblat peradaban budaya Nusantara, Yg akhirnya agama orang Bali di paksakan harus dirubah dari prinsip CATUR WARNA dirubah dengan klas KASTA KASTA monarki aristokrat sehingga akhirnya masyarakat Bali yang mempertahankan ajaran *THIRTA* terpecah menjadi strata derajat KASTA feodalistik
Demikian pula di Jawa terjadi pembelokan jejak jejak peradaban budaya yang MURNI dengan berbagai macam cerita dongeng Walisongo dll.
Demikian pula WANGSA Minangkabau lebih dahsyat lagi, dimana ” *ADAT* DAN Tradisi leluhur Bangsa Minangkabau harus ditumpas , dimusnahkan dan di paksakan bahwasanya ( kitabullah) adalah landasan hidup mereka, akibat nya terjadi pembunuhan Para pemuka adat dan para raja’ Minang dan sekitarnya, kehancuran negara Dharma sraya yang merupakan jejak peradaban swarne Dwipa demikian pula MASYARAKAT BUGIS DAN MAKASAR, yang terjadi adalah perusakan seluruh nilai karya sastra masyarakat Bugis Nusantara.
Contoh *La Lego* semuanya dibakar dan dibawa ke eropa yang akhirnya kita tidak Bisa lagi mempelajari dan pemerintah tidak peduli.
Demikianlah di Pasundan – Sunda Kelapa lebih dahsyat lagi yang akhirnya Bangsa Sunda kehilangan identitasnya dari Bumi nya sebagai bangsa PALSU BETAWI yang berasal dari budak budak BATAVIA VOC.
Dokumen kitab akhir negara Pajajaran *SIKSAKANDA ING KARASYIAN* yang mempunyai nilai luhur akhirnya dimusnahkan dengan demikian musnah sudah yang kita warisi.
Kebijakan warisan kebudayaan kita sebagai Bangsa oleh pemerintah sebagai amanat Nega banyak Yang belum di evaluasi dalam kerangka untuk meluruskan kembali warisan budaya, adat dan tradisi luhur, serta segala ornament peradaban sejarah yang tersisa apakah harus kita hancurkan pula.
Untuk itulah sebagai manusia Nusantara menjadi kewajiban bersama merekonstruksi kembali dan banyak lagi peradaban bangsa Nusantara ini Yang harusnya ke depan kita evaluasi bersama yamg menjadi pekerjaan rumah ke depan.
Oleh karena itulah pentingnya para pemangku kekuasaan dan kebijakan disadarkan bila kita tidak ingin lagi sebagai budak budak budaya peradaban Asing, negeri yang destinasi kebudayaan nya
Adi luhung Gemah Ripah loh jinawi* yg dahulu sebagai entitas bangsa yang BERMARTABAT menjadi panduan kebudayaan dunia hari ini jatuh dalam lembah nista sosial culture masyarakat orientalis telah terkooptasi pada peradaban Asing dan harus menyerah menjadi budak dan tawanan serta terpasung oleh budaya Asing…..
Inilah problematika budaya yang kita warisi hari ini.
