Banyuwangi-menaramadinah.com-Jam menunjukkan pukul 19:30 WIB Sabtu malam, 14/5/2022 beberapa rombongan tamu dari berbagai daerah telah datang di Waroeng Kemarang.
Suara gandrung Sunasih mulai mengalun melantunkan syair2 gandrung baik yang klasik maupun yang masa kini dengan iringan kendang, gong,
kethuk, biola dan kluncing mengiringi gerakan dua gandrung dengan lincahnya pada tahapan awal yang disebut “Jejer”.
Tahap berikutnya dua gandrung dipandu oleh Gedhog mendatangi tamu untuk melantunkan gending-gending gandrung di depan tamu,tahapan ini disebut “Ngrepèn”.
Tahapan yang menguras stamina adalah tahapan “Paju” di mana gandrung harus mampu mengimbangi gerak tari para pemaju,dia harus tetap lincah melempar senyum dan sampur sementara gerak kaki tertumpu pada tumit dengan pinggul terbalut ketat kain panjang.
“Ya inilah Gandrung Terop,si penari tidak hanya harus punya stamina prima dan wajah berpenampilan cantik menarik,tapi juga harus mampu menari bahkan dengan menyanyi seperti yang dijalankan Gandrung Sunasih waktu ia masih muda dulu”, penjelasanku kepada seorang tamu.
(By Aekanu – Kiling Osing Banyuwangi).
