
BLITAR – Suasana keagungan dan kegembiraan segera menyelimuti halaman kampus Madrasah Aliyah (MA) Maarif Udanawu dan Pondok Pesantren Al Ma’arif. Dalam rangka Milad ke-42 dan ke-19 tahun, panitia tidak hanya menggelar acara keagamaan, tapi juga menyajikan hiburan kelas nasional yang dijamin bikin perut kaget sekaligus hati terhibur!
Tahun ini, panggung akan dihiasi oleh legenda humor H. Sakirun yang lebih dikenal dengan panggilan akrab Mbah Kirun, didampingi oleh dua komika yang sedang trending dan naik daun, Cak Yudho dan Cak Komet. Dijamin acara ini bakal seru, lucu, tapi tetap sarat makna dan budaya!
Acara akan digelar
Jumat, 1 Mei 2026
di Halaman Kampus, Jl. Raya Tunjung, Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Blitar.
Jika tahun lalu (2025) acara ini sukses besar dengan menghadirkan Ki H. Sukron Suwondo serta duet maut pelawak Joklitik dan Joklutuk, tahun ini panitia menaikkan kelas lagi!.
Hadir sebagai bintang utama adalah H. Sakirun (Mbah Kirun). Siapa yang tidak kenal pelawak gaek satu ini? Gaya bicaranya yang khas, santun, namun penuh selipan lawakan yang “nendang” sudah menjadi ikon hiburan rakyat Jawa. Mbah Kirun adalah bukti bahwa melawak bisa dilakukan tanpa harus kasar, justru dengan keramahan dan kearifan lokal yang kental.
Tak kalah seru, Mbah Kirun akan berkolaborasi dengan dua pelawak muda yang sedang hits dan viral di mana-mana: Cak Yudho dan Cak Komet. Gaya mereka yang fresh, kekinian, tapi tetap memegang teguh etika Jawa diprediksi akan membuat penonton tertawa lepas sepanjang acara.
Ketua Panitia Acara Moh.Taufiqurrahim S.Pd, menyampaikan bahwa kehadiran para seniman ini bukan sekadar untuk bercanda semata.
“Kami ingin memberikan hiburan yang sehat dan berkualitas bagi seluruh siswa, santri, dan warga sekitar. Selain itu, mereka juga akan menyelipkan pesan-pesan motivasi agar anak-anak muda ini semangat belajar, berprestasi, dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.
Jadi, sambil tertawa, para santri dan siswa juga akan mendapatkan suntikan semangat hidup yang positif.
Hal senada juga disampaikan Kepala MA Ma’arif H. Faiz Balya M, SE. Menurutnya di balik serunya acara hiburan ini, tersimpan filosofi yang sangat dalam tentang sejarah Islam di Nusantara. Seperti yang kita ketahui, seni dan budaya memegang peranan yang sangat krusial dalam penyebaran agama Islam di tanah air.
Para Wali Songo zaman dahulu menggunakan pendekatan yang sangat bijaksana, yaitu akulturasi budaya. Mereka tidak menghapus tradisi lokal, melainkan memasukkan nilai-nilai keislaman ke dalamnya agar mudah diterima oleh masyarakat.
Hingga kini, tradisi itu terus dilestarikan. Acara seperti ini adalah bukti nyata bahwa Islam itu rahmatan lil ‘alamin, agama yang damai, santun, dan bisa beriringan selaras dengan budaya luhur bangsa. ” Jadi acara ini sebagai ikut nguri-nguri budaya selain untuk menghibur, ” pungkasnya.
Mari kita meriahkan Harlah ke-42 MA Maarif dan ke-19 PP Al Ma’arif. Saksikan aksi kocak Mbah Kirun, Cak Yudho, dan Cak Komet secara langsung. Datang dengan hati gembira, pulang dengan hati yang tenang dan pikiran yang segar. Karena lokasinya terbatas acara ini akan Live Streming di https://.youtube.com/maalmablitar.
Insya Allah, acara ini akan menjadi kenangan manis dan berkah untuk kita semua.*Imam Kusnin Ahmad*
