
Madiun.MENARA MADINAH.Com,Jalan berkelok-kelok dan naik turun harus dilalui sebelum sampai di Klangon ,sebuah desa di dekat Gunung Pandan,Saradan,Madiun.
Masyarakatnya ramah dan panorama alamnya indah serta udaranya sejuk khas daerah pegunungan.

Di Klangon ada tempat wisata Watu Bayang dan bagi pecinta ziarah kubur bisa singgah di Makam Ki Ageng Klangon yang kemungkinan besar merupakan tokoh yang berperan penting dalam babad alas Desa Klangon yang punya motto “Klakon Maton”.
Lebih dari 90 persen penduduk Klangon menanam tanaman porang,semacam umbi yang dipakai sebagai bahan kosmetik,perekat lem dan sebagainya.Klangon Saradan telah menjadi salah satu central(pusat) tanaman porang di Kabupaten Madiun selain Kecamatan Kare,Gemarang,Dagangan dan Wonoasri.
Hasil budidaya Porang dari Klangon telah diekspor ke Jepang dan Tiongkok yang tentunya diharapkan mampu mendongkrak taraf perekonomian petani Porang warga Klangon.
Saat ini,Desa Klangon yang berpenduduk sekitar 4.000 jiwa dipimpin oleh seorang kades muda,visioner dan dekat dengan rakyatnya,baik yang muda maupun yang tua.Dialah Didik Kuswandi yang sebelum menjadi kades adalah seorang pelaut dan telah berlayar ke banyak negara di dunia.
Beberapa bulan lalu,Desa Klangon telah menerima bantuan dari BRI senilai Rp108.900.000 lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) dan dana tersebut difungsikan untuk pembangunan gapura sebagai icon desa bertuliskan SELAMAT DATANG DESA KLANGON CENTRAL TANAMAN PORANG.
Hal tersebut merupakan wujud kerja sama diantara pihak BRI dan masyarakat Desa Klangon agar terjalin semakin erat dan harmonis.
#Bro-J#11102020
