Wanita Cantik dari Pandeglang Jadi Korban Bullying di Medsos, Lapor Aparat dan Siap Hadapi Hukum”

By. Sayyid Diar Mandala

Banten, menaramadinah.com Seorang wanita cantik dari Pandeglang, yang merupakan keturunan dari keluarga Ulama dan terpandang, dengan inisial “L”, menjadi korban bullying dan pelecehan di media sosial oleh seorang wanita lain yang tidak dikenal. Insiden ini membuat korban sangat marah, namun ia memilih untuk menyikapi masalah ini dengan tenang.

“Sy tetap menyikapi dengan tenang, namun harus beri pelajaran padanya,” ujar korban saat dihubungi oleh tim media.

Korban, yang merupakan mantan guru pendidik selama 15 tahun di SMP Negeri di Kabupaten Lebak, dan sebagai aktivis sosial, tokoh masyarakat di wilayahnya, merasa terganggu ketenangannya secara psikis. Ia merasa dirugikan karena ada unsur penghinaan dan merendahkan martabat seorang wanita dan harga dirinya.

Pelaku, yang menggunakan 4 akun dan akun anak-anaknya untuk menghilangkan identitasnya, terus meneror korban dengan komentar negatif di media sosial Tiktok, yang menyudutkan dan menghina harga diri wanita. Pelaku juga mengirimkan DM (Direct Message) yang menghinakan dan merendahkan harga diri korban.

Jelas telah terjadi unsur fitnah dan pencemaran nama baik terhadap korban. Korban telah melaporkan masalah ini kepada aparat terkait di tingkat provinsi dan siap menghadapi proses hukum yang berlaku.

“Kasus ini akan diproses secara hukum dan tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja,” kata seorang pejabat di kepolisian provinsi.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial. “Gunakan medsos untuk hal-hal yang positif dan jangan sampai kita gunakan medsos untuk hal-hal yang tidak baik, karena ada konsekuensinya yang telah diatur dalam UU ITE,” kata seorang ahli hukum.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan tindakan bullying dan pelecehan di media sosial, karena hal ini dapat berakibat pada sanksi hukum yang berat.

Editor: Akhdiar K
Mandala, S.Par, S.IP.
#sdiarm 🇮🇩