Corona Makin Merona

Oleh : Machmud Suhermono.

Sebaiknya kita harus lebih serius lagi menghadapinya. Jangan lagi ada guyonan, jangan lagi dianggap sebelah mata, jangan lagi dijadikan komoditi politik.

Ancaman COVID-19 Corona itu nyata. Secara nasional (Data Minggu 22 Maret 2020 Pukul 18.00 WIB) sudah 514 orang yang positif dan 48 yang meninggal dunia. Termasuk 6 orang dokter dan tenaga medis lainnya.

Jawa Timur melonjak tajam, bila kemarin yang positif 26 orang, kini jadi 41. Surabaya juga meningkat dari 20 sudah jadi 29 orang, Malang Raya 5, Magetan 3, Sidoarjo 3 dan 1 dari Kab. Blitar.

Daerah merah itu makin merona. Namun problemnya, kita sebagai warga negara yang baik, belum tahu asal usul, identitas, tempat tinggal dari para penderita yang positif. Sebab, data itu tidak pernah dibuka ke publik.

Padahal ada pejabat yang mengatakan, para tetangga diminta ikut mengawasi orang yang ODP atau PDP. Nah persoalannya bagaimana kita tahu tetangga ada yang ODP atau PDP bila tidak pernah mendapat suplay data?.

Paling tidak bukalah data para penderita yang positif itu dari wilayah kecamatan mana, sehingga penanganan dan pencegahannya bisa lebih efektif dan efesien serta tidak sporadis.

Kondisi seperti ini sudah tidak bisa ditawar lagi. Hentikan semua kegiatan yang melibatkan banyak orang di ruang publik. Sebab, Gubernurpun kabarnya juga sudah menambah seminggu jadwal belajar di rumah bagi para pelajar hingga 4 April 2020.

Yok opo dulur