Puluhan Ribu Umat Islam di Blitar Raya Gelar Kegiatan Malam Nisfu Sya’ban.

BLTAR– Puluhan ribu umat Islam di wilayah Blitar Raya mengikuti acara tahunan malam Nisfu Sya’ban (Senin (2/2/2026).Hampir semua masjid dan mushalla, terutama yang diikuti oleh warga Nahdlatul Ulama (NU), melaksanakan kegiatan ibadah tersebut dengan antusiasme jamaah yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

*Partisipasi Umat di Seluruh Blitar Raya*

Kegiatan malam Nisfu Sya’ban tidak hanya digelar di pusat kota Blitar, tetapi juga merata hingga ke wilayah Kecamatan Udanawu. Di Masjid Al Musthofa Bakung Udanawu, jumlah jamaah yang hadir tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. KH. Edi Sofyan Rais dari Syuriyah NU Kecamatan Udanawu menyampaikan bahwa “rata-rata masjid dan mushalla se-Udanawu menyelenggarakan acara ibadah Nisfu Sya’ban,” karena malam tersebut memiliki keistimewaan khusus bagi umat Islam.

*Keistimewaan Malam Nisfu Sya’ban*

Menurut Kiai Edi, terdapat lima malam yang sangat baik untuk berdoa karena doanya tidak akan ditolak Allah SWT, yaitu: malam Jumat, malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Lailatul Qadar, serta malam Idul Fitri dan Idul Adha. Pada malam-malam tersebut, umat disarankan untuk banyak berdoa dengan khusyuk.

Imam Al Gozhali RA. menyebut malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh syafaat, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama bagi hambanya yang shaleh. Kiai Edi juga menyampaikan sabda Nabi Muhammad SAW: “Barangsiapa yang memberitahukan berita datangnya bulan Sya’ban kepada yang lain, maka haram api neraka baginya.” Ia menambahkan, “Berdo’alah secara khusyu’, meminta apa yang tersirat dalam hati. Karena malam Nisfu Sya’ban adalah malam yang sangat diijabahkan untuk diterimanya semua doa dan hajat yang diinginkan,” jelas Kiai yang juga mengajar di Ponpes Al Maarif Udanawu dan Ponpes Al Mahmud Ponggok Blitar.

*Kaifiyah Amalan Malam Nisfu Sya’ban*

Amalan yang biasanya dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban antara lain:

– Membaca Surah Yasin sebanyak 3 kali:
– Ke-1: untuk memohon panjang umur, ketaatan, ketakwaan, dan istiqomah
– Ke-2: untuk memohon kelapangan rezeki yang halal dan terhindar dari bala
– Ke-3: untuk memohon kekuatan iman Islam hingga akhir hayat
– Membaca Astaghfirullah Al-Adzim sebanyak 100 kali
– Membaca Tahmid dan Takbir sebanyak 100 kali
– Membaca Sholawat Nabi sebanyak 100 kali
– Melakukan dzikir-dzikir lainnya

*Pesan tentang Menuntun Kebaikan*

Hal senada juga disampaikan oleh Kiai Imam Makrus, salah satu Imam Masjid Al Musthofa Udanawu. Ia menyampaikan hadits dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Kiai Imam Makrus kemudian memimpin doa bersama:
“Ya Allah Robbal Alamin, limpahkanlah rahmat-Mu kepada seluruh umat Islam yang melaksanakan ibadah pada malam Nisfu Sya’ban. Ampunilah segala dosa-dosa kami, luaskanlah rezeki yang halal, tetapkanlah iman dan agama kami hingga akhir hayat. Berikanlah pahala yang berlimpah kepada mereka yang menyelenggarakan dan mengikuti kegiatan ibadah ini, serta kepada mereka yang menuntun kepada kebaikan. Jadikanlah kami sebagai umat yang shaleh dan selalu mendapatkan ridho-Mu. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.”

Usai doa, acara dilanjutkan dengan kenduri atau shodaqohan. “Kita makan bersama sebagai bentuk silaturahmi antarumat,” tutupnya. *Imam Kusnin Ahmad*.